Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 12 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
40.017 502 36.244 878
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Bupati Rusma Yul Anwar Instruksikan Dinas PSDA Rumuskan Solusi Atasi Banjir Tapan

Selasa, 30 Maret 2021 | 00:25 WIB Last Updated 2021-03-31T02:33:25Z
Banjir di Tapan, Pesisir Selatan.

MJNews.id - Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar menginstruksikan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) bersama perangkat daerah terkait lainnya melakukan kajian yang komprehensif untuk mencari solusi guna mengatasi bencana banjir yang sering melanda dua kecamatan yaitu Basa Ampek Balai Tapan dan Ranah Ampek Hulu Tapan.


"Saya telah instruksikan Dinas PSDA bersama perangkat daerah terkait agar segera merumuskan solusi untuk mengatasi banjir di dua kecamatan tersebut secara permanen. Pasalnya, dua kecamatan itu selalu menjadi langganan banjir yang merendam pemukiman dan fasilitas umum, sehingga aktivitas masyarakat terganggu," kata Bupati Rusma Yul Anwar di Painan, Senin 29 Maret 2021.


Dikatakan lebih lanjut, pihaknya sangat prihatin terhadap masyarakat kedua kecamatan yang selalu menjadi langganan banjir setiap musim hujan. "Diharapkan PSDA dalam waktu dekat sudah mengusulkan proposal pengendalian tersebut," tambahnya.


Sebagaimana diketahui banjir melanda Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan dan Basa Ampek Balai Tapan, Minggu (28 Maret 2021) dan Senin (29 Maret 2021). Dari laporan pihak kecamatan, yang terparah itu Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. 


Dari data yang disampaikan Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Mar Alamsyah, S.STP, untuk Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, jumlah rumah warga yang terdampak banjir antara lain berada di Kampung Tengah Tapan sebanyak 612 unit rumah (2.518 jiwa), Binjai Tapan 183 unit rumah (735 jiwa), Talang Balarik Tapan 63 unit rumah (350 jiwa) serta Limau Purut Tapan sebanyak 43 unit rumah (186 jiwa)


Sementara untuk Camat Basa Ampek Balai Tapan, Aflizen melaporkan, terdapat enam nagari yang terdampak banjir, antara lain Nagari Tapan sebanyak 82 KK, Koto Anau Tapan 37 KK, Batang Arah Tapan 28 KK, Tanjung Pondok Tapan 20 KK, Dusun Baru Tapan 40 KK dan Batang Betung Tapan 23 KK.


Di kedua kecamatan itu, banjir juga merusak lahan pertanian, perkebunan, sarana dan prasarana umum. Berdasarkan data areal perkebunan dan pertanian warga yang rusak ditanami padi dan jagung.


Untuk areal pertanian yang terdampak banjir sekitar 60 hektare dan areal perkebunan kurang lebih 44 hektare. Kemudian di Ranah Ampek Hulu Tapan satu unit jembatan rusak berat yang berlokasi di Kampung Tengah Tapan.


(myd)


loading...



×
Berita Terbaru Update