Jembatan Rusak di Rumah Gadang Ganggo Hilia, Nasibmu Kini!

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
34.226 365 31.834 747
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Jembatan Rusak di Rumah Gadang Ganggo Hilia, Nasibmu Kini!

Selasa, 16 Maret 2021 | 09:05 WIB Last Updated 2021-03-16T04:37:20Z
Jembatan di Kampung Padang Baru, Nagari Rumah Gadang Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman yang rusak parak dihantam banjir, akhir 2020 lalu. (jefri wahyudi)

MJNews.id - Jembatan di Kampung Padang Baru, Nagari Rumah Gadang Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol mengalami kerusakan cukup parah setelah dihantam banjir 3 bulan lalu, sampai sekarang belum ada perbaikan dari pihak terkait.


“Jembatan itu rusak sudah lama, sekitar 3 bulan lalu, karena dihantam banjir. Waktu itu pemerintah setempat sudah datang melihat kondisi jembatan yang rusak tapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” kata Sutio, salah seorang warga di sana, belum lama ini.


Karena jembatan tak kunjung diperbaiki, masyarakat di sana harus melewati jalan pintas menyeberangi sungai, yang tentunya sangat berisiko.


“Kami meminta agar jembatan ini dilakukan perbaikan secepatnya, agar akses jalan di sini kembali lancar,” harap Sutio.


Masyarakat Kampung Padang Baru berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman peduli dan secepatnya melakukan perbaikan jembatan yang rusak.


Ketika dikonfirmasi, Walinagari Tageh Rumah Gadang Ganggo Hilia, Hafitah mengatakan sudah berkonsultasi dengan Pemerintah Kecamatan Bonjol. "Kami sudah konsultasi dengan pihak kecamatan. Tentu kami tidak bisa berbuat lebih dari itu, dan kami hanya bisa menunggu. Kami dari pemerintah nagari tentu tidak punya dana sebesar itu untuk memperbaikinya,” tutur Hafitah.


Sementara Camat Bonjol, Asnita mengatakan, jembatan itu tidak bisa diperbaiki karena kondisi yang rusak parah dan harus dibangun ulang dari awal. “Benar sekali memang kejadiannya sudah lama, dan sampai sekarang kondisi jembatan itu masih rusak. Kami dari pihak kecamatan sudah mengirimkan surat kepada pihak kabupaten, tentu kami hanya bisa menunggu tanggapan dari pihak kabupaten,“ ujar Camat Bonjol, Asnita. 

 

Sementara itu, pihak Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Pasaman, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Khairul Amri, ST mengatakan, kondisi jembatan di Kampung Padang Baru tersebut memang sudah tidak layak dan harus dibangun baru. Dalam waktu dekat, konsultan akan mengukur dan menggambar ulang perencanaan jembatan permanen, kemudian baru direview lagi.


Menurut Khairul, jembatan tersebut direncanakan dibangun lebih baik dari terdahulu, diharapkan bila terjadi bencana alam tidak rusak lagi.


"Makanya kita akan menggambar ulang dan review lagi, kemudian dihitung berapa anggarannya. Konsultan akan ke lokasi melihat kemungkinan pembangunan jembatan permanen yang lebih baik, soal ketersediaan lahan, pembebasan lahan atau ganti rugi rumah penduduk. Kita berharap penduduk setempat nantinya dapat bekerjasama," katanya, Selasa 16 Maret 2021.


Karena bencana banjir terjadi di akhir tahun, diakui Khairul, jembatan di Kampung Padang Baru tersebut tidak masuk dalam APBD 2021.


"Kita berharap masyarakat di sana bersabar. Kita segera review anggaran jembatan, setelah dapat angka pasti, akan diusahakan dimasukkan dalam APBD Perubahan, terus diajukan ke DPRD," katanya.


Dikatakan, anggaran Dinas PU dan Tata Ruang terbatas, sementara biaya pembangunan jembatan tersebut diperkirakan cukup besar sehingga perlu solusi pembiayaan lain.


"Kita usahakan pembangunan jembatan ini diajukan ke DPRD, karena persetujuan anggaran memang di sana. Mudah-mudahan para anggota dewan kita dapat melihat mendesaknya pembangunan jembatan ini, sehingga bisa disetujui," harap Khairul.


(jef)


loading...



×
Berita Terbaru Update