Pandemi Berdampak pada Kesehatan Mental Anak Muda

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 17 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
33.933 375 31.678 741
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Pandemi Berdampak pada Kesehatan Mental Anak Muda

Selasa, 16 Maret 2021 | 18:00 WIB Last Updated 2021-03-16T11:00:01Z

MJNews.id - Laporan Global Risks Report 2021, yang diterbitkan oleh World Economic Forum (WEF) bersama Zurich Insurance Group (Zurich), menyoroti risiko dampak pandemi pada kesehatan mental generasi muda. 


Laporan tersebut mengutip bahwa 80 persen anak muda di seluruh dunia tercatat mengalami penurunan kondisi kesehatan mental selama pandemi. 


Namun pada saat yang sama, "kekecewaan yang dirasakan anak muda" (youth disillusionment) dan "memburuknya kesehatan mental" (mental health deterioration) juga disorot sebagai top global blind spot atau risiko global yang paling terabaikan selama pandemi.


Laporan Risiko Global 2021 oleh WEF dan Zurich menjelaskan bahwa memburuknya kondisi kesehatan mental anak muda ini diakibatkan oleh prospek ekonomi dan pendidikan yang terbatas. Melambatnya ekonomi selama masa pandemi telah mengakibatkan peningkatan jumlah pengangguran yang signifikan dan generasi muda yang baru memasuki dunia kerja terpukul keras oleh situasi ini. 


Pelajar yang baru lulus dan mulai memasuki dunia kerja di tengah krisis ekonomi cenderung berpenghasilan lebih rendah dari rekan-rekan kerja mereka lainnya. Bahkan, menganggur selama satu bulan pada usia 18-20 tahun diprediksi dapat menyebabkan hilangnya pendapatan sebesar 2 persen secara permanen di masa mendatang.


Bagi anak muda di kawasan terpencil, risiko pengangguran ini berpotensi bisa menjadi semakin serius dengan adanya kesenjangan digital selama pandemi. Ketika anak muda di perkotaan lebih cepat beradaptasi dan berkembang di tengah digitalisasi, anak muda di pedesaan masih kesulitan mengimbangi minimnya akses dan infrastruktur digital. Berdasarkan data UNICEF tahun 2020, setidaknya 30 persen pelajar di seluruh dunia kekurangan akses dan infrastruktur teknologi untuk berpartisipasi dalam pembelajaran daring. 


"Meskipun dampaknya tidak terlihat secara langsung, situasi ini adalah masalah yang sangat penting untuk ditangani karena akan menentukan kualitas pemimpin masa depan dan penggerak ekonomi bangsa ini. Zurich pun mengajak berbagai pihak untuk memberikan lebih banyak perhatian kepada risiko ini," kata Hassan Karim, Direktur Utama Adira Insurance, bagian dari Zurich Group, Senin 15 Maret 2021.


Menurutnya, selama lebih dari 10 tahun, Zurich telah bekerja sama dengan WEF untuk meninjau risiko-risiko global dengan dampak yang paling bear, paling mendesak, dan paling mungkin terjadi. 


"Tahun ini, kami menemukan bahwa pandemi telah menghadapkan generasi uda di seluruh dunia pada tantangan yang sangat besar, dan tanpa terkecuali generasi muda di Indonesia. Kualitas hidup generasi muda merupakan hal yang sangat penting, mengingat bahwa merekalah yang akan memimpin negeri ini pada 20 hingga 30 tahun mendatang. Dengan Visi Generasi Emas Indonesia 2045, situasi ini menjadi kian menantang dan semakin penting untuk ditangani," katanya.


Pihaknya percaya bahwa investasi terhadap upaya penanganan kondisi kesehatan mental perlu dilakukan dan harus menjadi fokus dalam proses pemulihan pasca pandemi. Selain itu, generasi muda juga harus memiliki saluran di mana mereka dapat bersuara dan memberikan kontribusi dalam pemulihan global untuk masa depan mereka. Namun terlepas dari hal tersebut, keberhasilan proses pemulihan ini terletak pada kolaborasi antara sektor publik dan swasta.


“Situasi ini adalah masalah kompleks yang tidak bisa diselesaikan secara individual. Sebagai perusahaan asuransi global, Zurich mendorong semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama dan mencari solusi, serta mencegah bencana masa depan bagi anak-anak kita. Kami memahami bahwa anak muda Indonesia memiliki karakteristik yang unik. Maka, solusinya pun harus dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan dan kekhawatiran mereka. Dengan keahlian global kami dalam manajemen risiko, kami siap untuk mengambil bagian dalam memberdayakan generasi mendatang untuk mewujudkan masa depan yang lebih tangguh,” pungkas Hassan.


Selama satu dekade terakhir, Zurich sendiri terus berinovasi memberikan pembelajaran digital dan peluang berskala global kepada para talenta muda melalui berbagai program yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan dan memaksimalkan akses serta peluang bagi mereka. Hal ini salah satunya diwujudkan lewat program magang virtual selama 3 -12 bulan untuk mahasiswa semester akhir dan fresh graduate yang bertujuan untuk membantu generasi muda membekali diri mereka dengan keterampilan di dunia kerja, dengan membuka kesempatan menimba ilmu dan pengalaman dari perusahaan. 


Berkaitan dengan hal itu, dalam konteks Indonesia, data yang dihimpun oleh layanan telemedicine Halodoc juga menunjukkan bahwa konsultasi terkait kesehatan mental di platform tersebut meningkat hingga 300 persen selama pandemi. Lonjakan drastis tersebut pun membuat layanan konsultasi kesehatan mental menjadi satu dari lima layanan konsultasi yang paling banyak digunakan pasien.


(***)


loading...



×
Berita Terbaru Update