Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 12 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
40.017 502 36.244 878
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Pascateror di Mabes Polri, Penjagaan Istana Negara Diperketat

Rabu, 31 Maret 2021 | 20:25 WIB Last Updated 2021-03-31T17:30:48Z
Ilustrasi. Penjagaan Istana Negara Diperketat.

MJNews.id - Sekaitan aksi teror di Mabes Polri tersebut, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pun bersiaga mengamankan Istana Negara. “24 jam Paspampres siaga. Tidak pernah menganggap situasi aman,” kata Danpaspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto kepada wartawan, Rabu 31 Maret 2021.


Agus menegaskan, Paspampres selalu bersiaga penuh setiap harinya. Pengamanan berlapis pun disiapkan untuk mengamankan Istana Negara. “Personel, senjata, K9, kendaraan, panser, melaksanakan pengamanan berlapis. Antisipasi ancaman yang timbul,” katanya.


Darurat Terorisme

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery, menanggapi aksi terduga teroris yang masuk dan menyerang Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) tersebut. Herman mengutuk aksi terorisme apa pun bentuknya.


Menurut dia, tindakan tersebut sungguh sangat melukai rasa kemanusiaan. Aksi tersebut juga tak bisa dibenarkan oleh seluruh umat agama. Maka itu, Herman mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas jaringan terorisme di Indonesia.


“Pertama, saya apresiasi aksi sigap para petugas pengamanan di Mabes Polri yang langsung menindak pelaku dengan sigap. Dari video yang beredar, pelaku telah melakukan ancaman kepada petugas dengan menodong pistol, sehingga petugas pengamanan telah melakukan tindakan yang terukur untuk mencegah eskalasi aksi teror tersebut,” kata Herman, dalam keterangannya, Rabu 31 Maret 2021.


Herman mengatakan, meski pelaku terduga teroris sudah dilumpuhkan namun bukan berarti selesai begitu saja. Adanya aksi ini justru dapat dianggap sebagai sinyal darurat terorisme.


“Hal ini juga menjadi sinyal darurat bagi Polri, BNPT, dan BIN mengingat 2 aksi teror telah terjadi secara beruntun selama seminggu terakhir. Penangkapan yang dilakukan oleh terduga teroris beberapa waktu belakangan ini ternyata belum bisa efektif dalam membenam potensi aksi teror,” ujar Herman dikutip Vivanews.


Kemudian, dia meminta kepada Polri dan BNPT untuk memperkuat fungsi intelijen dalam mendeteksi dan mencegah kejadian serupa terulang. Herman berharap aparat dapat mengejar dan menangkap pelaku teror ini hingga akarnya.


“Terakhir, saya mendorong Polri untuk memperkuat fungsi pengamanan di tengah masyarakat apalagi warga akan mempersiapkan hari raya paskah dan bulan puasa di bulan ini,” ujarnya.


(***)


loading...



×
Berita Terbaru Update