Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
38.261 476 34.945 834
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Tak Ada Kandidat Mendaftar, Muscab PHRI Bukittinggi Batal

Selasa, 30 Maret 2021 | 23:25 WIB Last Updated 2021-03-30T19:33:56Z
Vina Kumala menyerahkan bingkisan berupa alat prokes kepada mitra PHRI Bukittinggi. (ist)

MJNews.id - Musyawarah Cabang (Muscab) Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bukittinggi yang sebelumnya dijadwalkan Senin 29 Maret 2021 kemarin, akhirnya batal dilaksanakan.


Sebagai penggantinya penggurus PHRI Cabang Bukittinggi menggelar kegiatan silatirahmi. Acara yang berlangsung di Grand Malindo, Senin 29 Maret 2021 itu dihadiri sejumlah pengurus dan anggota PHRI Cabang Bukittinggi.


Ketua PHRI Bukittinggi Vina Kumal di sela sela kegiatan silaturahmi itu mengatakan Pembatalan Musda itu karena tidak adanya kandidat yang mendaftar sebagai calon ketua PHRI Bukittinggi periode 2021-2026.


Dijelaskannya, kepengurusan PHRI Cabang Bukittinggi berakhir 29 Maret 2021.

Sebelum berakhirnya kepengurusan itu pihaknya sudah membentuk panitia muscab. Bahkan panitia juga sudah menjadwalkan pelaksanaan muscab itu pada 29 Maret 2021.


Sesuai AD/ART PHRI, calon ketua itu harus dipublikasikan terlebih dahulu. Karena itu ia sudah memberikan peluang kepada sumua anggota dengan membuka pendaftaran dan menyebarkan formulir pendadtaran calon ketua sejak Februari 2021.


“Namun hingga 26 Maret atau dua hari menjelang dilaksanakan muscab itu tidak ada satupun kandidat yang mendaftar, sehingga DPD PHRI memutuskan muscab tidak bisa dilaksanakan,” ujar Vina.


Ia juga mengaku tidak tahu persis kenapa tidak ada yang berminat menjadi Ketua PHRI Bukittinggi. Sebab yang punya suara di PHRI adalah owner hotel. 


“Di Bukittinggi anggota PHRI banyak dari manager yang mendapat mandat dari owner. Permasalahan saat ini, mungkin saja manager tidak dapat mandat dari owner,” ucap Vina didampinggi sekretaris M. Abdi dan bendahara Dessy Andriany.


Dengan batalnya pelaksanaan muscab itu, pihaknya belum dapat memastikan kapan muscab itu dijadwalkan kembali, sebab masa kepengurusan PHRI Cabang Bukittinggi periode 2016-2021 itu berakhir 29 Maret 2021 sehingga untuk melaksanakan muscab itu bukan lagi menjadi wewenangnya sebagai pengurus PHRI Cabang Bukitinggi.


Ia mengaku selama masa kepemimpinannya sejak lima tahun lalu. Telah banyak yang dilakukan bersama pengurus lain, diantaranya penambahan anggota dari 20 orang menjadi 47 orang.


Kemudian, membentuk tim assesor dan selama masa pendemi Covid-19 pengelola hotel mendapat keringanan pembayaran listrik sebesar 8 persen dari pemerintah daerah melalui anggota DPRD Bukittinggi. Selanjutnya, pemerintah daerah memberikan keringan berupa pembayaran pajak tamu.


“Masa pendemi adalah masa yang paling berat bagi pengelola perhotelan di Bukittinggi,” ulas Vina yang juga menjabat sebagai GM. Hotel Nikita.


Namun ia juga menyadari tidak ada gading yang tidak akan retak, dan tidak ada manusia yang sempurna, karena itu ia minta maaf jika ada kekurangan selama ia memimpin PHRI Bukittinggi itu, dan juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan sport selama ini.


(as/jef)


loading...



×
Berita Terbaru Update