Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 9 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
39.166 506 35.581 855
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Beneran Nih Dua Menteri Bakal Direshuffle?

Kamis, 15 April 2021 | 02:25 WIB Last Updated 2021-04-15T10:55:34Z
Kabinet Indonesia Maju bersama Presiden Jokowi dan Wapres KH Ma'ruf Amin.

MJNews.id - Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju kian waktu makin deras berembus. Perombakan kabinet disebut-sebut tak hanya pada pos Kemristekdikti, yang akan dilebur ke Kemendikbud, serta pembentukan Kementerian Investasi.


Ketua DPP PKB Faisol Riza menyebut bakal ada dua lagi pos kementerian yang terkena reshuffle. Sedang dilakukan kajian terhadap dua kementerian itu. “Masih ada dua pos, masih dalam kajian,” kata Faisol Riza, Rabu 14 April 2021 seperti dilansir detikcom.


Dua kementerian yang sedang dikaji untuk di-reshuffle itu di luar Kemendikbud dan Kementerian Investasi. Dua kementerian ini belakangan memang kencang dibicarakan bakal masuk rencana reshuffle. “Di luar Investasi dan Kemendikbudristek,” ujar Faisol Riza.


Faisol tak menyebut dua kementerian di luar Kemendikbud dan Kementerian Investasi. Namun Ketua Komisi VI DPR RI ini menyebut dua kementerian ini sebelumnya juga pernah dikaji untuk di-reshuffle. “Pos yang sempat juga dikaji pada reshuffle sebelumnya,” imbuhnya.


Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju sebelumnya menyeruak seiring peleburan Kemenristek ke Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi. Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin menyebut Jokowi dalam waktu dekat ini akan melantik dua menteri tersebut.


Pernyataan tersebut disampaikan Ngabalin di akun Twitter seperti dilihat pada Rabu 14 April 2021. Namun Ngabalin tidak mengetahui pasti apakah ada menteri baru lain yang juga akan dilantik.


“Presiden insyaallah akan melantik menteri baru (1) Menteri Dikbud/Ristek (2) Menteri Investasi/Kepala BKPM. Adakah menteri-menteri lain yang akan dilantik, kapan & siapa para beliau itu? Wallahu’alam bisshowaab itu hak prerogatif Presiden & kita tunggu saja. #KabinetIndonesiaMaju,” tulis Ngabalin.


Pengganti Nadiem

Di tengah isu reshuffle kabinet yang memanas, nama Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti kembali muncul di bursa. Kali ini Mu’ti tidak muncul di bursa calon wakil menteri, melainkan mengemuka sebagai calon menteri pengganti Nadiem Makarim, yang isu santernya akan kena reshuffle kabinet.


Benarkah?


Banyaknya kontroversi membuat banyak pihak mendorong Nadiem Makarim dievaluasi. Salah satu yang mendorong Nadiem Makarim dievaluasi adalah Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno. Ia menilai, selama pandemi Covid-19 ini, Nadiem Makarim tak menunjukkan performanya.


Sementara itu, pakar pendidikan yang juga mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Fasli Jalal menuturkan Nadiem Makarim di persimpangan jalan.


“Memang Nadiem siap terima risiko dan dia akan jalan terus (meski banyak kritik). Cuma risikonya pada guncangan politik dan pendidikan menurut saya perlu tertata semua. Jadi saya pikir di persimpangan jalan Nadiem ini,” kata Fasli Jalal kepada wartawan, Rabu 14 April 2021.


Namun, meski kerap mengkritik kebijakan Mendikbud yang kadang kontroversial, Fasli Jalal memandang Nadiem masih perlu diberi waktu. “Kita beri kesempatan dia untuk bekerja lebih keras. Mudah-mudahan Nadiem makin berpengalaman, dia kan orang baru, nggak mungkin orang baru langsung sukses. Mungkin cari Wakil Menteri senior yang orang dekat Presiden tapi juga dihargai di bidang pendidikan. Kalau kombinasi ini, saya kira lebih baik,” sarannya.


Bicara soal wakil menteri, sebetulnya Presiden Jokowi pernah hampir mengangkat seorang wakil Mendikbud. Namun tawaran yang dialamatkan ke Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti tersebut ditolak. Melalui akun media sosialnya, Abdul Mu’ti mengungkap alasan menolak tawaran pada pengujung 2020 itu.


“Awalnya, ketika dihubungi oleh Pak Mensesneg dan Mas Mendikbud, saya menyatakan bersedia bergabung jika diberi amanah. Tetapi, setelah mengukur kemampuan diri, saya berubah pikiran. Semoga ini adalah pilihan yang terbaik. Setelah melalui berbagai pertimbangan, saya memutuskan tidak bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju dalam jabatan wakil menteri. Saya merasa tidak akan mampu mengemban amanah yang sangat berat itu. Saya bukanlah figur yang tepat untuk amanah tersebut,” kata Mu’ti lewat akun Twitter @Abe_Mukti, Rabu (23/12) lalu.


Presiden Jokowi pun hingga kini tak melantik Wakil Mendikbud pendamping Nadiem Makarim. Nah, di saat isu reshuffle kembali mengemuka dan nama Nadiem Makarim jadi salah satu yang diisukan bakal dievaluasi, nama Abdul Mu’ti mencuat ke permukaan. Pembicaraan tentang Mu’ti masuk bursa calon menteri ramai terdengar di kalangan anggota Dewan di Senayan dan juga kalangan pimpinan parpol.


Kini isu Abdul Mu’ti bakal jadi Mendikbud menguat sama seperti dorongan evaluasi terhadap Nadiem Makarim. Melalui Suara Mahasiswa detikcom, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melontarkan pernyataan agar Mendikbud Nadiem Makarim diganti, sembari mengapresiasi penggabungan Kemendikbud dengan Kemenristek.


“Mas Menteri Nadiem Anwar Makarim, MBA, tidak cukup menampilkan performa yang berarti pada adaptasi pendidikan di masa pandemi Covid-19. Tidak ada terobosan yang berarti itu. Terkesan Mas Menteri hanya berkutat pada konsep-konsep branding Merdeka Belajar, sehingga terkesan lupa akan adaptasi pendidikan di masa pandemi. Sehingga isu pergeserannya menjadi patut dipertimbangkan,” kata IMM, Rabu 14 April 2021.


IMM meminta Presiden Jokowi memilih Mendikbud-Ristek yang tepat. IMM meminta Mendikbud-Ristek yang baru memiliki pengalaman di dunia pendidikan.


“Berbicara pendidikan itu long term (waktu yang panjang). Sehingga perlu mempertimbangkan pengganti menteri yang cakap, berpengalaman dan profesional di dalam pengelolaan pendidikan. Akan lebih pas jika Kemdikbud-Ristek ke depan harus dipimpin oleh sosok yang telah teruji dan kredibel dalam hal manajerial dan paham misi pendidikan kebangsaan,” kata IMM.


(*/dtc)


loading...



×
Berita Terbaru Update