Gegara Video Asusila Beredar Luas, Walinagari Jambak Langsung Dinonaktifkan

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
34.226 365 31.834 747
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Gegara Video Asusila Beredar Luas, Walinagari Jambak Langsung Dinonaktifkan

Rabu, 07 April 2021 | 21:00 WIB Last Updated 2021-04-07T17:23:52Z
Ilustrasi.

MJNews.id - Kisruh tersebarnya video asusila inisial EM, yang sebelumnya menjabat sebagai Walinagari Jambak, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat berbuntut Panjang. Bupati Benny Utama langsung menonaktifkan EM dari jabatannya.


Tindakan itu diambil pihak Pemerintah Kabupaten Pasaman menyikapi riak di tengah masyarakat usai video asusila itu tersebar, seminggu ini.


Camat Lubuk Sikaping, Nina Darmayanti membenarkan, saat ini EM memang sudah dinonaktifkan dari jabatannya. Dinonaktifkannya EM merupakan langkah untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat. "Sementara kasus EM sedang ditangani pihak Inspektorat Pasaman. Bagaimana hasilnya nanti, bakal dikembalikan ke bupati," kata Nina, Rabu 7 April 2021.


Di sisi lain, di tengah masyarakat sendiri, penolakan EM untuk menduduki jabatan walinagari merebak luas. Tindakan EM dalam video asusila yang tersebar itu telah mencoreng harga diri nagari yang ia pimpin. "Gejolak penolakan atau simpatisan pasti ada. Tentunya, kami pihak kecamatan mengimbau masyarakat untuk tidak berlarut-larut dalam masalah ini. Jangan pula ada pertikaian. Kasus ini sedang ditangani pihak Inspektorat Pasaman. Jadi tunggu saja hasilnya," imbau Nina.


Sebelumnya, tersebar video asusila EM. Dalam video asusila itu EM tampak melakukan panggilan video dengan seorang perempuan. Naasnya, dalam panggilan video itu terdapat tindakan yang tidak senonoh.


"Iya itu saya. Kejadiannya sekitar Januari 2021 lalu. Saya khilaf dan lepas kontrol dan tidak menyangka hal ini akan terjadi dan akhirnya beredar di media sosial,“ kata EM saat dikonfirmasi awak media usai kasus itu merebak.


EM mengisahkan, dirinya mengenal perempuan lawan bicaranya dalam video itu melalui facebook. Setelah kenal, kami pun sering komunikasi lewat messenger.


“Awalnya, saya berkomunikasi lewat massenger di FB. Pada suatu hari, tepatnya tengah malam, si perempuan itu menghubungi saya lewat video call. Berawal dari sanalah, hingga terjadilah adegan tersebut. Saya juga tidak menyangka, bahwa adegan itu akan direkam olehnya,” kata EM.


EM menuturkan, usai melakukan video call dengan perempuan itu. Pada paginya, ia ditelepon oleh seseorang. Dalam pembicaraanya, orang tersebut minta uang.


“Saya ditelepon dan diancam. Jika saya tidak menuruti permintaannya, maka rekaman video call itu akan disebarkannya,“ bebernya.


Kata EM lagi, peristiwa ini sudah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian. “Nomor telepon yang mengancam tersebut juga sudah dilacak. Informasinya, yang mengancam itu berada di dalam balik jeruji besi,“ pungkasnya.


Kepada awak media, Ia berharap agar perihal video mengenai dirinya ini tidak dibesar-besarkan. "Saya menyesal dan mohon maaf," kata EM.


(cf/jef)


loading...



×
Berita Terbaru Update