Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
38.261 476 34.945 834
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Bupati Padang Pariaman Ikuti Rakor Kepala Daerah, Ini Empat Poin Penting dari Presiden Jokowi

Kamis, 29 April 2021 | 03:00 WIB Last Updated 2021-04-29T03:06:11Z
Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, S.E., M.M mengikuti video conference Rapat Koordinasi Kepala Daerah Seluruh Indonesia dengan Presiden Republik Indonesia, Rabu 27 April 2021. (humas)

MJNews.id - Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, S.E., M.M mengikuti video conference Rapat Koordinasi Kepala Daerah Seluruh Indonesia dengan Presiden Republik Indonesia, Rabu 27 April 2021 di Ruang Bupati Padang Pariaman.


Dalam arahannya, Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pertemuan sore ini diadakan untuk membahas beberapa hal diantaranya penanganan Covid-19 diminta kehati-hatian kepala daerah agar perkembangan Covid-19 dapat ditekan. Sekecil apa pun kasus yang aktif jangan sampai kehilangan kewaspadaan, dan hati-hati terkait kenaikan kasus Covid-19 tersebut.


“Kami juga meminta kepada Kepala Daerah agar berhati-hati dan lebih waspada dengan arus mudik lebaran,karena ini juga dapat memicu perkembangan Covid-19 dengan masuknya pemudik ke daerah oleh karenanya terus pantau dan terus sampaikan terkait larangan mudik, dan yang paling penting terus sosialisasikan protokol kesehatan, mengatur dan mengendalikan protokol kesehatan. Mengenai vaksinasi rapid test, vaksinasi massal dan vaksinasi daerah jangan sampai berhenti, segera suntikkan kepada masyarakat dan target prioritas. 19 juta dosis yang baru disuntikkan dan ditarget hingga Juli 2021 mencapai 70 juta orang yang sudah divaksinasi,” terangnya.


Ia juga mengatakan, berkaitan dengan perekonomian dengan kondisi yang dikerjakan sekarang yakni menekan laju Covid-19, dari Maret hingga April ekonomi sudah menuju angka normal sehingga pada tahun 2021 target pertumbuhan ekonomi mencapai 4,5 hingga 5,5 persen dimulai pada ekonomi tahun 2021. Dalam artian, bulan April hingga Mei sangat menentukan, jika bisa menekan angka Covid-19 maka perekonomian akan kembali normal dan pada saat itu baru dikatakan berhasil.


“Pertumbuhan ekonomi akan kembali normal dapat dilihat dari segala industri telah kembali melakukan produksi seperti biasanya Indeks penjualan retail juga sudah meningkat," kata Presiden.


Ia juga meminta belanja APBD baik itu belanja aparatur maupun belanja modal disegerakan, ketika sudah dibelanjakan maka perekonomian berjalan termasuk penyaluran bansos, dan BLT DD, segera salurkan ketika semua itu sudah dilakukan maka akan ada permintaan sehingga perekonomian bisa berjalan karena penting untuk pertumbuhan ekonomi Nasional dan maupun daerah.


“Mengenai investasi agar memberikan kemudahan layanan oleh daerah terutama masalah perizinan. Ketika ada investasi maka akan ada income yang masuk ke daerah yakni melalui pajak,” tutupnya.


(rls/aa)


loading...



×
Berita Terbaru Update