Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 12 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
40.017 502 36.244 878
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Pojok Hamka, Gudang Ilmu dan Pelepas Rindu Para Pengagum Buya

Rabu, 14 April 2021 | 02:46 WIB Last Updated 2021-04-14T18:22:23Z

Pojok Hamka.

MJNews.id - Sebelah kiri dari pintu masuk Perpustakaan Daerah Kota Padang Panjang, ada sebuah rak buku tinggi melingkar, menyuguhkan karya-karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka). Semuanya terpajang rapi dan menarik hati. Inilah Pojok Hamka, gudang ilmu dan pelepas rindu bagi penggemar ulama besar dan sastrawan terkenal di Nusantara itu.

 

Karya-karya religi seperti Tafsir Alzhar, Tasawuf Modern, dan karya sastra Tenggelamnnya Kapal Van der Wijck dapat ditemukan di sini. Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Alvi Sena, ST, MT mengatakan, ada sekitar 70 persen karya Buya Hamka yang bisa ditemukan di Pojok Hamka ini.

 

“Sekitar 30 persen lainnya kebanyakan buku lama yang tidak diterbitkan. Buku yang sedang dicari. Seperti terbitan awal yang berjudul Si Sabariah. Ini adalah tulisan pertama Buya Hamka. Memang sudah ada yang dijual di pasaran, tapi edisi yang sudah direvisi dengan cover baru,” katanya saat ditemui, Selasa 13 April 2021.

 

Pojok Hamka, ungkap Alvi Sena, ialah salah satu unggulan perpustakaan daerah yang dipimpinnya. Menjadi tempat yang akan diekspose setiap ada kunjungan edukasi. “Baru-baru ini datang dari DPRD Kampar. Mereka tertarik sekali dengan pojok Hamka,” tuturnya.

 

Karya Buya Hamka yang cukup diminati masyarakat menjadi salah satu alasaan didirikannya Pojok Hamka pada akhir tahun 2019 silam. Kemudian sebagai titik tujuan wisata, lantaran Padang Panjang dahulunya kerap dikunjungi wisatawan yang tergabung dalam Komunitas Jejak Hamka dari Malaysia.

 

“Kebetulan orang-orang dari Malaysia ini pengagum berat Buya Hamka. Mereka sering melakukan Forum Group Discussion (FGD), berbicara dan membedah karya-karyanya. Bahkan mencetak ulang buku Hamka dalam Bahasa Melayu. Kunjungan mereka ke Padang Panjang ini menyusuri jejak-jejak Hamka. Dengan adanya Pojok Hamka ini mudah-mudahan Perpustakaan turut menjadi titik kunjungan,” harapnya.

 

Perpustakaan juga menjalin komunikasi dengan anak ke-9 Buya Hamka yakni Hafif Hamka.

 

“Sebagian dari buku-buku yang ada di perpustakaan berasal dari beliau. Beliau juga yang mengarahkan di mana dibelinya,” terangnya.

 

Di samping itu, tambah Alvi, dengan adanya pojok-pojok khusus akan membedakan Perpustakaan Daerah Padang Panjang dengan perpustakaan lain.

 

“Kita mengarahkan perpustakaan menjadi tempat penelitian yang menyediakan buku-buku khusus terkait dengan tokoh-tokoh. Pojok lainnya, nanti akan ada apakah pojok Hatta, pojok Syahril, pojok Minangkabau sehingga orang tahu ke perpustakaan di Padang Panjang itu sudah ada koleksi-koleksi yang khusus,” ujarnya.


(mutia)


loading...



×
Berita Terbaru Update