Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
48.817 603 44.887 1.120
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pandemi Covid-19, Penyair Enam Negara Lebaran Virtual

Senin, 17 Mei 2021 | 00:05 WIB Last Updated 2021-05-17T03:01:26Z
Suasana silaturahmi lebaran virtual yang diikuti para penyair se-Nusantara, dihelat komunitas penyair Malaysia dengan peserta dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam. (ist)

MJNews.id - Pandemi Covid-19 masih mendera dunia, termasuk enam negara di Kepulauan Nusantara; Indonesia, Malaysia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand dan lain-lain. Para penyair pun mencari solusi agar silaturahimi tetap terjaga dengan memanfaatkan momentum Idul Fitri 1442 H.


"Kendati dihadapkan banyak kendala, namun silaturahmi idul fitri di tengah pandemi masih bisa kita lakukan. Pada lebaran hari ketiga kemarin itu misalnya, kami berkesempatan ikut silaturahmi lebaran bertajuk Mustika Raya Nusantara. Tuan rumahnya Persatuan Penyair Malaysia," ujar pendiri sekaligus pengasuh Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang, Dr. Sulaiman Juned, Minggu 16 Mei 2021, di Padang Panjang.


Selain dari Indonesia dan Malaysia, menurut Sulaiman, kegiatan juga diikuti banyak peserta dari komunitas seni di berbagai belahan dunia.


Rekan-rekan sastrawan, komunitas seni, dan penggiat kegiatan kebudayaan se-Nusantara, imbuhnya, terlihat antusias mengikuti iven tersebut melalui beragam unjuk kebolehan, seperti membaca puisi virtual, dialog membahas upaya-upaya menghidupi kesenian di musim pandemi, dan lain-lain.


Para penyair yang berasal dari negara-negara berkebangsaan Melayu ini, ujarnya, juga dapat memaknai hakikat makna dari kegiatan Mustika Raya Nusantara, sehingga mereka larut dalam iven yang menghubungkan mereka menggunakan perangkat jaringan internet tersebut.


"Para penyair menyarankan agar kegiatan dapat dilaksanakan secara rutin, baik dalam suasana Idul Fitri maupun Idul Adha, karena sangat baik dalam memperkuat pesaudaraan antar bangsa-bangsa Melayu," kata Sulaiman yang juga merupakan seorang sutradara teater dan dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang tersebut.


Pengarah Program Mustika Raya Nusantara Wacana Minda menjelaskan, secara leterlek, mustika itu sama maknanya dengan mestika, yakni orang yang dikasihi. Dengan demikian, terangnya, Mustika Raya Nusantara dapatdi maknai sebagai usaha bersama untuk saling berkasih-kasihan dengan cara merapatkan tali persaudaraan.


"Pandemi yang melanda dunia tidak menjadi alasan. Kita harus tetap berusaha merapatkan tali silaturahmi. Pandemi tak juga mampu memutus kreatifitas. Alhamdulillah, dengan perangkat internet kita yang berasal dari Malaysia, Indonesia, Thailand, Singapura, dan Brunei Darussalam dapat terkoneksi dengan baik," katanya.


Sambutan hangat atas kegiatan itu juga datang dari Penyair Singapura Ihsan Ali, Penyair Thailand Zulkifli Ibrahim, Presiden Persatuan Penyair Malaysia Prof. Dato’ Rahman Shaari, dan lain-lain. "Mustika Raya Nusantara diharap menjadi wadah hubungan baik antar penyair se-Nusantara," kata Dato’ Rahman.


Sementara Ihsan dan Zulkifli mengaku terpukau dengan acara itu, karena selain bersilaturahmi, mereka juga dapat menikmati berbagai gaya berpuisi, berpantun, dan berdendang syair dari sastrawan dan penyair dari segenap penjuru Nusantara.


(Musriadi Musanif) 

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update