Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 14 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
47.885 622 43.496 1.089
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Semarak Penyambutan Idul Fitri di Danau Maninjau dengan Rakit Warna-warni

Jumat, 14 Mei 2021 | 07:00 WIB Last Updated 2021-05-14T00:00:00Z

MJNews.id - Menyambut hari kemenangan, Idul Fitri 1442 H, masyarakat Salingka Danau Maninjau punya kebiasaan unik. Atas nama masing-masing jorong, ditampilkan rakit berhias dan dan lampu kelap kelip berlayar mengitari danau sehingga Danau Maninjau seperti festival kapal hias menjadi tontonan menarik.


Pemandangan indah itu dapat disaksikan oleh para tetamu yang menginap dibeberapa hotel dan home stay di sekitar danau. Hiasan rakik rakik bermacam macam, ada rumah adat Minangkabau, ada bintang kejora, ada pula dengan ornamen kapal dan ada juga jam gadang Bukittinggi.


Selain indah, dari atas rakik rakik itu berdentuman ledakan meriam bambu yang di lepas dari masing masing rakik. Tak pelak, suasana dentuman meriam bak perang meriam, membuat malam takbiran makin meriah. Sementara di pinggir danau, dari masjid masjid berkumandang pula suara takbir, Allahu akbar, Allahu Akbar.


Rudi Yudistira dari Sungai Batang meng informasikan bahwa menyambut Idul Fitri ini ada 4 rakik rakik mengitari danau. “Menurut ninik mamak setempat rakik rakik tahun ini jauh lebih cantik dan indah dibanding tahun tahun sebelumnya,” kata Rudi.


Tradisi rakik malam Hari Raya sebagai tradisi warisan masyarakat Salingka Danau. “Penjelasan ninik mamak , dulu rakik rakik itu sederhana saja, dengan lampu togok dari bambu yang diisi dengan minyak tanah, sekarang sejalan dengan kemajuan teknologi, lampu lampu yang digunakan sudah listrik dan warna warni pula, ini kreasi anak anak muda masing masing jorong,” kata Rudi.


Rakik hias itu adalah karya pemuda Kukuban, Bancah, Gasan dan Kubu Baru. “Pihak ninik mamak menilai rakik mana yang indah dan meriah penampilannya, jadi rupanya penampilan rakik rakik ini dilombakan pula,” kata Rudi.


Tradisi rakik Maninjau tidak diketuai pasti, kapan dan siapa yang memulainya. Yang pasti tradisi itu sudah ada saja sejak dulunya. Menurut G. Dt Rajo Basa (70) sejak dia lahir tradisi itu sudah ada untuk menyambut Idul Fitri.


“Yang pasti ini sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Salingka Danau menyambut hari kemenangan, sekaligus memberikan hiburan kepada masyatakat yang sedang bergembira selesai puasa” katanya..


Dt.Rajo Basa mengapresiasi kreasi pemuda yang telah mempercantik rakik rakik ini bahkan dengan inovasi teknologi pula. “Para pemuda makin kreatif, kita hargai kreatifitas mereka, Insya Allah ke depan bisa lebih meriah lagi ” kata Dt Rajo Basa.


(khu) 


loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update