Canangkan Pilah Sampah, MUI Apresiasi LDII dalam Pelestarian Bumi
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Canangkan Pilah Sampah, MUI Apresiasi LDII dalam Pelestarian Bumi

Senin, 20 September 2021 | 01:00 WIB Last Updated 2021-09-19T19:48:10Z


LDII peringati World Cleanup Day 2021
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso memperingati World Cleanup Day 2021.

JAKARTA, MJNews.ID - Menyambut hari World Cleanup Day (WCD) 2021, DPP LDII menghelat kampanye pilah sampah dari rumah. 

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengatakan penyelesaian sampah harus dari hulu yakni rumah tangga. 

Menurut dia WCD 2021 jadi momentum LDII untuk mengedukasi warganya, memilah sampah untuk mengatasi persoalan lingkungan global.

Ketua Lembaga Pemulihan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (LPLH SDA MUI), Hayu S. Prabowo mengapresiasi DPP LDII, sebagai ormas Islam yang peduli dengan persoalan lingkungan hidup.

Tidak hanya perhatian, menurutnya LDII selalu berkomitmen serta memiliki agenda pelaksanaan yang konsisten, dimana masih sedikit organisasi keagamaan yang pimpinan tertingginya memiliki perhatian penuh terhadap lingkungan hidup. 

“Karena yang diurus oleh pegiat lingkungan hidup umumnya yang kotor-kotor, bau-bau. Selain itu kita perlu menyiapkan tenaga dan biaya. Seperti halnya kita membersihkan lingkungan kita sendiri, jadi tidak ada yang bayar. Itu umumnya yang terjadi di organisasi kita apabila kita masuk dalam kegiatan atau program lingkungan hidup,” kata Hayu Prabowo, saat acara “Gerakan World Cleanup Day Indonesia (WCDI) 2021 Bersama Warga LDII”, pada Minggu 19 September 2021.

Ketua LPLH SDA MUI menyayangkan perilaku warga yang membuang sampah di tempat-tempat yang terdapat air seperti, selokan, sungai, maupun laut. Ia menegaskan membuang sampah di air adalah dosa yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Menurutnya dibutuhkan paradigma baru dalam pengelolaan sampah di Indonesia, karena pembuangan sampah di TPS bebannya sudah sangat berat. Sehingga Indonesia perlu membalik kebiasaan warga, dengan melakukan pemilahan sampah dari rumah.

“Muara daripada sampah adalah perilaku kehidupan kita semuanya. Perilaku sebagai sumber sampah. Jadi bagaimana kita mengurangi timbulan sampah itu, lalu memilah sampah, agar sampah yang masih bisa digunakan kita manfaatkan kembali,” ujarnya.

Perhelatan “Gerakan World Cleanup Day Indonesia (WCDI) 2021 Bersama Warga LDII”, juga menghadirkan Direktur Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar IPM dan Ketua World Cleanup Day Indonesia (WCDI), Agustina Iskandar. Mereka mengapresiasi langkah LDII mendorong warganya memilah sampah dari rumah. 

Mewakili KLHK, Novrizal memberikan respon positif terkait aktivitas dalam menyadarkan masyarakat yang telah dilakukan oleh LDII. LDII sebagai sebuah organisasi struktural yang memiliki jaringan luas dari pusat hingga ke daerah-daerah tentu memiliki potensi yang sangat besar dalam mendorong perubahan mindset dan perilaku publik.

“Apa yang telah dilakukan oleh LDII dalam konteks WCDI telah menjadi bagian dari komponen bangsa Indonesia yang ikut mencerahkan, membangun peradaban baru dan membangun perilaku berwawasan lingkungan dalam pengelolaan sampah di Indonesia,” jelas Novrizal.

Sementara Agustina mengatakan dirinya mengapresiasi warga LDII memanfaatkan besek sebagai wadah pada saat pembagian daging kurban. Selain itu juga gerakan terkoordinasi di berbagai daerah bahkan mengikutsertakan aksi cleanup dan pilah sampah di pondok pesantren.

"Tentunya dengan momentum bersama ini, Indonesia bukan tidak mungkin bersih dari sampah pada 2025 nanti. Kami bangga LDII bisa mengajak aksi ini dari level daerah hingga tingkat kecamatan," kata Agustina.

Masalahnya Ada di Hulu
Saat membuka “Gerakan World Cleanup Day Indonesia (WCDI) 2021 Bersama Warga LDII”, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyampaikan keprihatinannya. Ia mengutip data National Plastic Action Partnership, volume plastik sampah di indonesia pada tahun 2020 sudah mencapai 6,8 juta ton dan tumbuh sebesar lima persen setiap tahun.

"Persoalan sampah itu seharusnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, karena sampah itu berawal dari kita masyarakat, dan kita yang berada di ujung itu harus melakukan pemilahan secara bijak," kata KH Chriswanto.

Ia juga menyitir data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang pada 2019 mencatat timbunan sampah mencapai 67,8 juta ton per tahun yang terdiri dari sampah organik 57 persen, sampah plastik sebesar 15 persen dan kertas 11 persen sedangkan lainnya sekitar 17 persen.

"Tentu kita ingin menjaga lingkungan ini jauh lebih baik, maka kami mengajak lagi dalam rangka hari bersih-bersih sampah dunia untuk mulai memilah sampah dengan benar, bukan hanya membersihkan dunia, insyaallah ini bisa juga menjadi penopang ekonomi warga." imbuhnya.

Menurutnya, untuk peduli terhadap lingkungan, DPP LDII telah membentuk Kader Gemilang. Mereka adalah pemuda yang peduli lingkungan hidup, “Kami juga mendorong pondok-pondok pesantren melestarikan lingkungan dengan mengolah dan memilah sampah,” ujarnya. Menurutnya sampah yang tak dikelola dengan baik, bisa merusak lingkungan.

(***)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update