Wagub Audy Minta Bantuan BEM Sumbar Percepat Vaksinasi Covid-19
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Wagub Audy Minta Bantuan BEM Sumbar Percepat Vaksinasi Covid-19

Rabu, 22 September 2021 | 09:00 WIB Last Updated 2021-09-22T02:00:00Z


Audy Joinaldy saat diskusi bersama tujuh orang Presiden BEM Sumbar
Wakil Gubernur Audy Joinaldy saat diskusi bersama tujuh orang Presiden BEM Sumbar, Selasa 21 September 2021. (kominfotik)

PADANG, MJNews.ID - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Audy Joinaldy meminta dukungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk mengejar percepatan vaksinasi di Sumbar. Salah satu caranya dengan mengajak kalangan mahasiswa, orangtua dan mengedukasi warga masyarakat di tempat tinggal masing-masing.

Permintaan ini disampaikan Audy, saat diskusi bersama tujuh orang Presiden BEM tentang penanganan Covid-19 yang merupakan perwakilan dari Aliansi BEM Sumbar. Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Badan Kesbangpol Provinsi Sumbar, di ruang rapat Wagub, Kantor Gubernur, Selasa 21 September 2021.

Ketujuh BEM yang hadir adalah dari Universitas Negeri Padang, Universitas Dharma Andalas, Universitas Putra Indonesia, Politeknik Negeri Padang, Universitas Andalas, ATI Padang dan Universitas Baiturrahmah.

Didampingi Kadispora Sumbar, Dedy Diantolani, dalam diskusi yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut, Wagub menyampaikan keterbatasan pemerintah provinsi dalam penanganan Covid-19. Kehadiran mahasiswa, menurutnya akan sangat membantu Pemprov Sumbar dalam optimalisasi vaksinasi.

"Pertemuan ini atas inisiasi saya sendiri setelah mengetahui ada aksi mahasiswa yang menunjukkan kepeduliannya pada penanganan Covid-19. Jadi tuntutan untuk maksimalkan vaksinasi itu sangat bagus, saya setuju, tapi memang tidak mudah. Karena itu tolong bantu kami, bantu pemerintah," kata Wagub.

"Tolong didata mahasiswa yang belum vaksinasi. Bantu kami juga mengejar percepatan. Termasuk para orangtunya, dan warga dikampungnya masing-masing. Jadi agent of change membantu pemerintah. Koordinasikan dengan rektor," sambung Wagub.

Wagub juga menjelaskan upaya-upaya penanganan Covid-19 oleh pemerintah selama ini, termasuk juga mengenai alasan krnapa Padang masih masuk Level 4 PPKM. Menurutnya, indikator level itu cukup banyak dan ada rumus hitung-hitungannya, sehingga pemerintah pusat tidak asal menetapkan. 

Selain persoalan Covid-19, beberapa Presiden BEM yang hadir, juga menyampaikan aspirasi mereka kepada wagub tentang kesulitan akses informasi mahasiswa selama ini jika berurusan dengan dinas. Mulai dari tidak adanya respon hingga kepala dinas yang tidak pernah hadir ketika audiensi dengan mahasiswa.

"Kesulitan kami selama ini, adalah akses ke berbagai dinas, kami ingin diterima audiensi, tapi kurang ditanggapi," ujar Fajri, dari BEM Universitas Dharma Andalas.

Hal senada juga disampaikan Imam, Perwakilan BEM Universitas Negeri Padang. Menurutnya, jika audiensi ke dinas, jarang dihadiri oleh kepala dinas. "Sering diwakilkan. Padahal kami ingin berkolaborasi, tapi tidak ada respon," kata Imam.

Memanggapi hal ini, Wagub Audy menyebut, dirinya kedepan akan menjadwalkan secara khusus dan berkala forum pertemuan dan diskusi dengan Aliansi BEM Sumbar tentang berbagai topik. 

"Jadi saya sangat bangga sekali mahasiswa punya banyak masukan untuk pemerintah. Mungkin kedepan kita buat forum secara rutin membahas berbagai tema. Nanti temanya ditentukan dan kita hadirkan OPD terkait," harap wagub.

(mmc)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update