BMT Jati Kota Padang Dapat Kucuran Dana Rp 1 Miliar dari LPDB KUMKM
×

Adsense

Adsense Mobile

BMT Jati Kota Padang Dapat Kucuran Dana Rp 1 Miliar dari LPDB KUMKM

Minggu, 24 Oktober 2021 | 09:00 WIB Last Updated 2021-10-24T09:41:56Z



BMT Jati Kota Padang Dapat Kucuran Dana Rp 1 Miliar dari LPDB KUMKM
BMT Jati Kota Padang Dapat Kucuran Dana Rp 1 Miliar dari LPDB KUMKM.

PADANG, MJNews.id - Pandemi covid-19 memberikan sesuatu tantangan dan hikmah besar dalam membangkitkan kembali ekonomi bangsa. Dan saat ini pemulihan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak pandemi covid 19 yang dilakukan oleh koperasi antara lain membantu masyarakat/anggota mendapatkan modal usaha untuk kembali bangkit dan memulai usaha.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan dan Menengah (UMK) Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kabid Pemberdayaan Koperasi Dina Febriyanti, SE, MSi, di sela-sela kegiatan, Minggu 24 Oktober 2021.

Dina katakan, dengan adanya tambahan modal pinjaman dari LPDB KUMKM utk KSPPS Jati diharapkan dapat dimanfaatkan untuk usaha-usaha produktif anggota yang bergerak di sektor riil agar mampu mempertahankan dan mengembangkan usaha.

“Bagi anggota koperasi yang menggunakan modal dari Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUMKM) untuk modal usaha agar disiplin dalam pengembaliannya,” ajaknya.

Dina juga berharap dengan adanya tambahan permodalan dari LPDB KUMKM, Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Jati bisa meningkatkan pelayanan dan mensejahterakan anggota dan koperasinya sendiri.

Sementara itu staf keperesidenan RI Aji Airlangga di KSPPS BMT Jati, sampaikan agenda pemerintah dalam hal membangkitkan gairah ekonomi masyarakat saat ini, pertama meningkatkan pendapat, kedua mengurangi pembiayaan dan ketiga melakukan pembangunan wilayah.

“Saya salut dengan pengembangan yang dilakukan BMT Jati Kota Padang yang semakin maju. Namun kita mestu sadar bahwa keuangan syariah bertujuan pada 4 hal, keuangan komersial, keuangan sosial, indutri halal dan kesejahteraan komunitas,” ungkapnya.

Aji juga sampaikan, ada pekerjaan rumah “PR” bagi BMT untuk berkembang lebih baik dan survave dengan yang lainnya. Pertama pada aspek keberkembangan keuangan bisa tumbuh secara organik oleh pengurus yang profesional.

“Kedua pengawasan yang baik, dimana tidak menimbulkan masalah baru yang dapat merusak citra BMT Syariah dan masyarakat tidak percaya. Saat ini dari 104 BMT tidak semua survive dan kemudian tidak lanjut. Karena butuh pengawasan dan kajian indikator yang mampu memberikan kebaikan dan kemajuan BMT sendiri sesuai lingkup kegiatannya”, katanya.

Yang ketiga Aji juga sampaikan BMT perlu membangun infrastruktur pendukung terutama dalam aspek pemanfaatan teknologi dan kebiasaan masyarakat.

“Seberapa sosialnya BMT dan lembaga keuangan Islam adalah pada aspek kesejahteraan anggota, kesejahteraan lingkungan usaha dan nasabah. Karena pada dasarnya keuangan syariah berdampak pada kebaikan umat dan keberlangsungan BMT secara berkelanjutan”, pesannya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Padang Endrizal dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa KSPPS BMT Jati merupakan yang terbaik kota Padang.

“Ini kebanggaan kita BMT Jadi salah satu yang terbaik, sehingga tidak salah LPDB telah mengucurkan dana 1 Miliar untuk perkuatan modal koperasi syariah di kota Padang,” pungkasnya.

Rombongan staf kepresidenan selanjutnya akan melakukan kunjungan pertama dilakukan ke Gubernur Sumbar, lanjut meninjau proyek pertanian yang dibiayai APBN dan ke Padang Panjang dan Pasaman.

(eds)

(Biro Adpim Setdaprov Sumbar)

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update