Melalui "Gesit Stunting", Permasalahan Stunting di Nagari Sinuruik Terentaskan
×

Adsense

Adsense Mobile

Melalui "Gesit Stunting", Permasalahan Stunting di Nagari Sinuruik Terentaskan

Selasa, 28 Desember 2021 | 18:30 WIB Last Updated 2021-12-29T08:44:41Z


loading...

Dasril B
Sekretaris Nagari (Sekna) Sinuruik, Dasril B tampil sebagai juru bicara memaparkan program Nagari Sinuruik dalam membangun nagari, salah satunya program gesit stunting yang telah sukses menurunkan angka stunting di Nagari Sinuruik dalam rapat koordinasi BAPPEDA se-Provinsi Sumatera Barat di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman.
 
SINURUIK, MJNEWS.ID - Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat sukses menurunkan jumlah angka penderita stunting sejak tiga tahun terakhir melalui program "Gesit Stunting". Atas prestasi itu pula, Nagari Sinuruik tahun 2021 meraih Nagari terbaik I dalam pelaksanaan konvergensi pencegahan dan penanggulangan stunting tahun 2020 tingkat Kabupaten Pasaman Barat.Hal itu berdasarkan keputusam Bupati Pasaman Barat nomor: 188.45/217/BUP-PASBAR/2021 tanggal 19 April 2021.
Berdasarkan data, tahun ini berhasil menurunkan angka stunting hingga 1 persen di Jorong, Sianok Pasar Baru dari tiga jorong yang menjadi kawasan fokus stunting. Dua kejorongan lagi yakni Jorong Paraman dan Jorong Benteng berhasil diturunkan menjadi 4 persen. Penurunan tersebut signifikan jika dibanding angka stunting tahun 2019 yang mencapai 12 persen. 
Dengan prestasi itu pula, Nagari Sinuruik dipercaya oleh BAPPEDA Sumatera Barat sebagai pemateri dalam rapat koordinasi BAPPEDA se-Provinsi Sumatera Barat di Lubuk Sikapig, Kabupaten Pasaman beberapa waktu lalu.Sekretaris Nagari (Sekna) Sinuruik, Dasril B tampil sebagai juru bicara memaparkan program Nagari Sinuruik dalam membangun nagari, salah satunya program gesit stunting yang telah sukses menurunkan angka stunting di Nagari Sinuruik.
Kepada media ini, Pj. Walinagari Sinuruik,Farid Muhammad Ali didampingi Sekna, Dasril B mengatakan kegiatan program pengentasan stunting ini sudah dimulai sejak tahun 2018 yang dibina langsung oleh Bappeda Pasaman Barat. 
Hingga hari ini sudah terlihat hasilnya, dimana 3 jorong lokus kegiatan tersebut mengalami penurunan angka stunting yang signifikan. Kemudian tahun ini 3 jorong lokus stunting di Nagari sinuruik tersebut juga telah Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan. Adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan.
“Angka tersebut mampu ditekan,dari tiga jorong sebagi lokus, 1 jorong sekarang tinggal 1 persen dan dua jorong lainnya 4 persen di tahun 2021. Target kita di Sinuruik menjadi nagari berstatus zero stunting. Ini kita lakukan melalui intervensi gizi spesifik maupun intervensi gizi sensitif secara terintegrasi," katanya.
 Faridh menjelaskan, angka stunting berhasil ditekan berkat program yang selama ini telah dilaksanakan secara serius dan berkelanjutan. Pihaknya mengaku telah melakukan sinkronisasi program kegiatan dengan melakukan intervensi pada daerah yang terdata stunting.
Berbagai program melalui pola perencanaan konvergensi Nagari Sinuruik telah dilaksanakan dalam mendukung pengentasan stunting di Nagari Sinuruik. Hal ini sesuai dengan Strategi Nasional percepatan pencegahan stunting tahun 2018-2024 yang bertujuan untuk memastikan agar semua sumber daya diarahkan dan dialokasikan untuk mendukung dan membiayai kegiatan-kegiatan prioritas, terutama meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan gizi pada rumah tangga 1.000 HPK (ibu hamil dan anak usia 0-2 tahun).
"Kami rutin mengadakan rembug stunting ke tingkat Jorong untuk mempertegas kembali bagaimana komitmen semua pihak dan kepala jorong dalam keseriusanya menekan angka stunting di daerahnya," tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan,  petugas melakukan identifikasi semua masalah terkait dengan penangan stunting. Kedua merumuskan bersama langkah langkah pemecahan masalah. Ketiga merumuskan apa- apa saja yang harus dilakukan untuk turunkan stunting. Dan yang tak kala penting adalah masalah peran stakeholder yang lain mislanya kader di nagari, perangkat, PKK nagari hingga jorong yang aktif dalam penangaan masalah stunting.
“Ada 2 kunci sukses keberhasilan pelaksanaan program pencegahan dan penanganan stunting di Sinuruik, pertama adalah gerakan dengan melibatkan segenap komponen masyarakat dan yang kedua adalah penyusunan kebijakan berbasis data. Setiap inovasi yang kita laksanakan harus memenuhi aspek pencapaian target, memenuhi aspek regulasi, serta kreasi yang akan diimplementasikan juga harus berkolaborasi dengan masyarakat.” ulasnya.  
Lebih jauh disampaikan, nagari yang memiliki jumlah penduduk sekitar 8000 jiwa dengan rata-rata 75 persen bermata pencaharian sebagai petani ini selalu berbenah dalam upaya menjadikan Sinuruik sebagai Nagari yang bersih, sehat dan bebas dari Stunting. Untuk mendukung lingkungan bersih dan sehat, Nagari Sinuruik sejak tahun 2019 telah memiliki sekitar 32 unit sarana sanitasi 27 paket dari GerMas KemenKes, 30 unit Sandes Padat Karya dan 100 unit tahun ini dari kementrian PUPR. 
Selain Sanitasi kita juga fokus memanfaatkan program PamsiMas dalam rangka mengakomodir kebutuhan air bersih masyarakat. Di mana dalam pelaksanaannya pemerintahan nagari sinuruik fokus pengentasan pada masing-masing jorongnya.
“Menurut riset Kementerian Kesehatan (Kemkes), stunting yang disebabkan oleh tidak adanya air bersih dan sanitasi buruk mencapai 60 persen, sementara yang dikarenakan gizi buruk “hanya” 40 persen. Tak heran, kalau akses air bersih masuk sebagai salah satu tujuan dari Tujuan Pembanguan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals -SDGs) yaitu SDG nomer 6.1 Pada tahun 2030, mencapai akses universal dan merata terhadap air minum yang aman dan terjangkau bagi semua,” tambah Sekna, Dasrial.
Di dalamnya disebutkan bahwa pemimpinan Pemerintah Desa untuk pencegahan stunting; dengan menciptakan lingkungan kebijakan yang mendukung bagi penyelenggaraan pencegahan stunting secara konvergen di tingkat desa terdapat 5 Pilar upaya Pencegahan Stunting yaitu : 1) Komitmen dan Visi Kepemimpinan; 2)Kampanye Nasional dan Komunikasi Perubahan Perilaku, 3) Konvergensi, Koordinasi, dan Konsolidasi Program Pusat, Daerah, dan Desa, 4) Ketahanan Pangan dan Gizi serta 5) Pemantauan dan Evaluasi.
Program-program untuk mendukung kebijakan tersebut, telah dilaksanakan di Desa Sinuruik seperti program pada 15 Posyandu , yang tidak hanya melibatkan kaum ibu-ibu tetapi juga para suami atau ayah. Program Lomba Balita sehat yang didampingi oleh masing-masing kader posyandu.
Kegiatan Intervensi promosi kesehatan melalui pendidikan gizi Ibu Hamil, menyusui dan ibu balita, yang merupakan kerjasama Nagari Sinuruik dengan UNAND Padang. Untuk meningkatkan kapasitas SDM, juga telah dilaksnaakan pelatihan kader posyandu, kader BKB, Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM), Jambore PKK.
Program Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) juga telah dilaksanakan seperti penataan ruang yang bersih dan sehat untuk anak-anak, perbaikan saluran air dan komitmen berhenti BAB sembarangan . "Tahun ini, 3 jorong dari 7 kejorongan yang ada di Nagari Sinuruik telah ODF yakni bebas buang air besar sembarangan," timpalnya.
Bukan hanya tentang sanitasi, air bersih dan gizi, rembuksStunting ini juga akan merekomendasikan daftar penerima listrik dengan memperhatikan ekonomi masyarakat (miskin) serta terdampak stunting melalui program "Listrik Gratis" dari Nagari.
Program-program ini dilakukan dalam rangka komitmen Nagari Sinuruik dalam upaya meningkatkan kesadaran publik dan perubahan perilaku masyarakat untuk mencegah stunting, dengan cara memberikan pengetahuan dan pelatihan bagi penyelenggara komunikasi perubahan perilaku yang efektif dan efisien serta meningkatkan akses terhadap makanan bergizi.
"Edukasi merupakan salah satu cara dalam mengatasi stunting dan bisa menjadi titik masuk utama. Namun, harus tetap dikaji terkait permasalahan mendasar pada setiap kasus," sambungnya.
Salah satunya melalui program "SustPadi" (Susu, Telor dan Kacang Padi) di tahun 2020 untuk anak-anak Stunting, sebagai bentuk komitmen dan keseriusan Nagari dalam rangka mengentaskan Stunting di Nagari Sinuruik.

(Andik)

Iklan Kiri Kanan

Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update