Polisi Gagalkan Upaya Ekspor 8 Kontainer Migor ke Timor Leste
×

Adsense

Adsense Mobile

Polisi Gagalkan Upaya Ekspor 8 Kontainer Migor ke Timor Leste

Kamis, 12 Mei 2022 | 23:13 WIB Last Updated 2022-05-12T16:13:55Z


loading...

Polisi Gagalkan Upaya Ekspor 8 Kontainer Migor ke Timor Leste
Polisi Gagalkan Upaya Ekspor 8 Kontainer Migor ke Timor Leste. (f/humas)

Jakarta MJNews.id - Bareskrim Polri bersama dengan Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan delapan kontainer minyak goreng siap ekspor dari Jawa Timur ke Negara Timor Leste. 

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan, delapan kontainer tersebut berisikan 162.642,6 liter atau 121,985 ton minyak goreng siap ekspor. Hal ini bertentangan dengan kebijakan Pemerintah soal larangan ekspor minyak goreng, demi memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

"Pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi yang diberikan oleh masyarakat tentang adanya dugaan pelanggaran Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan sementara ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein and Used Cooking Oil," kata Agus kepada awak media, Kamis (12/5/2022) di Jakarta.

Kepolisian menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni inisial (R) 60 tahun dan (E) 44 tahun. Mereka diduga berperan sebagai eksportir minyak goreng di tengah berlangsungnya kebijakan larangan ekspor.kata Agus

Menurut Agus, diduga terdapat 11 kontainer berisikan minyak goreng siap ekspor. Namun, tiga kontainer telah berada di Negara Timor Leste dan saat ini polisi sedang berkoordinasi dengan Ditjen Bea Cukai, untuk melakukan penarikan tiga kontainer tersebut.

"Delapan kontainer yang berisikan minyak goreng dengan merek Linse, Tropis, dan Tropical telah diamankan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak," ujar Agus.

Dalam melancarkan aksinya, kata Agus, para pelaku mengelabui petugas Bea Cukai dengan memasukkan barang yang tidak sesuai dengan pos tarif atau HS dan invoice Persetujuan Ekspor Barang (PEB) yang mana dokumen ekspor dengan Pos Tarif/HS dan Invoice tertulis barang-barang seperti engsel pintu, cat, genteng, glass block mulia, alat-alat pipa, pipa pvc, Sika vix tile adhisive, tong besi tutup lebar, snack, sterefoam, sendok bebek plastik, komputer, sparepart mobil aqua. 

"Namun isi barang di dalam kontainer adalah minyak goreng dengan merek tersebut," ucap Agus. 

Atas perbuatannya, pelaku disangka melanggar Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 51 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Jo Pasal 3 Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein and Used Cooking Oil.

(Fix)

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update