Mencermati Keluhan Jasa Pelayanan Air Bersih oleh PDAM Kabupaten Solok
×

Adsense

Adsense Mobile

Advertisement

Mencermati Keluhan Jasa Pelayanan Air Bersih oleh PDAM Kabupaten Solok

Rabu, 22 Juni 2022 | 08.00 WIB Last Updated 2022-06-22T02:18:16Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Febri Fauza
Direktur PDAM Kabupaten Solok, Febri Fauza. (f/ist)

Arosuka, MJNews.id - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kabupaten Solok, yang memberikan jasa pelayanan guna menyelenggarakan kemanfaatan di bidang air minum, akan tetapi sering dikeluhkan oleh konsumen. Bersebab pasokan air tersebut tidak lancar, kadang malah ada yang mati dan tidak masuk-masuk dalam beberapa hari. Sengaja standby kran dibuka, namun air yang ditunggu tak kunjung datang. Anehnya, ketika pembayaran rekening, tertera pula angka meningkat. Padahal yang dibayar tersebut bukan anginnya melainkan airnya.

Seperti dikeluhkan Mon, pelanggan dari Perumahan Taman Asri Halaban Nagari Panyakalan, di tempatnya sempat tiga hari air tak masuk. Kalau pun masuk, keciiil sekali, katanya sembari memperlihatkan jari kelingking dengan mengernyitkan dahi.

“Kadang saya tak mandi, karena tidak ada persiapan air”,tukuknya.

Selain itu untuk mengantisipasi kelangkaan, ia membeli jerigen guna penyediaan stok air di rumah. “Yang saya herankan, sampai kapan kondisi seperti ini akan berlarut-larut, di tengah perkotaan manusia yang semakin, padat penduduk, akan tetapi tidak terayomi dan terfasilitasi oleh PDAM selaku badan usaha milik daerah (BUMD)," tandasnya ketus.

Yang mengherankan, papar mantan pensiunan ini, Kabupaten Solok debit air sangat banyak. Malah dari Kota Solok bersumber dari kita. Apalagi di pusat pemerintahan Kabupaten Solok di Arosuka, sumber bahan baku air sangat melimpah. Buktinya, begitu banyaknya berdiri depot-depot air sebagai sumber bahan baku yang diangkut ke Padang dengan mobil bertangki-tangki. Malah pabrik Aqua maupun Aiqa ada di Arosuka, akan tetapi rakyat Kabupaten Solok sering ‘memekik’ kelangkaan air. Jangankan itu, komplek perkantoran bupati pun masih terbatas pendistribusian air. Kalau jurusan Sekretariat Daerah relative lancar, namun ke kantor-kantor terputus-putus.

“Kalau ke secretariat satu jurusan dengan mushala, Pak Sekda adalah Dewan Pengawas PDAM, dapat pula honor sekitar Rp10 juta tiap bulan, tapi kalau ke kantor-kantor beda jurusan makanya sering macet”, kata ASN di Bapelitbang mengabari.

Karut marut di PDAM Kabupaten Solok, menurut Direktur Febri Fauza menjawab wartawan di ruang kerjanya Selasa (21/6/2022) mengakui sejumlah persoalan tersebut. Dirinya yang baru dua bulan dilantik menempati posisi itu, kini tengah berusaha mengurai dan menginventarisir sejumput persoalan yang mendera di tubuh BUMD itu.

Pusat pemerintahan di Arosuka, kelangkaan air di kantor-kantor—padahal Arosuka gudang air—pihaknya sudah punya alternative baru mengantisipasi kelangkaan tersebut. “Rencananya, kita akan membuat intake, persediaan air dari atas, karena banyak sumber mata air di sana," akunya.

Sekaitan di Perumnas Halaban, ia pun tidak menampik, malah menjelaskan, bahwa semenjak dibuka Perumnas dari awal berpenduduk 3000 dan sekarang sudah melebihi 6.000 dan terus meningkat dengan berdiri pemukiman dan pertambahan penduduk yang semakin pesat, akan tetapi penambahan perawatan termasuk perbaikan pipa baru, tidak ada sama sekali perbantuan dana APBD maupun dana DAK. Jika mencermati ini, wajar semua terjadi, bahkan sudah rahasia umum pula pegawai di PDAM adapula yang titipan, sementara keahlian maupun kenakalan bekerja, juga menganggangu manajemen.

Namun demikian, anak muda kelahiran Talang Babungo yang berpengalaman di Pemberdayaan Masyarakat yang domain mengurusi Pamsimas ini, guna meminimalisir ‘kegaduhan’ kelangkaan air, setidaknya tiga sumber dimaksimalkan secara tuntas, dan ia sudah punya konsep tentang itu. Bahkan awal ia menduduki jabatan, berselang beberapa hari langsung RDP (rapat dengar pendapat dengan DPRD, tancap gas.

“Beruntun diskusi saat RDP itu, termasuk Pak Septrismen (DPRD) yang membidanginya”,tukuk Febri yang serius membenahi BUMD yang tergolong sakit ini.

Ada tiga kerangka besar dibenahi buat masyarakat padang penduduk seperti di Kecamatan Gunungtalang, Kubung dan Bukit Sundi. Pertama dikonsentrasikan sumber air dari Tabek Dangka, niscaya Talang, Cupak sekitarnya relative aman. Di Kotobaru yang sempat proyeknya di Kejaksaan, kini sudah diinventarisir. 

“Saya tidak mau terlibat soal kasusnya, melainkan meminta azas manfaat pengembangan air, dan warga di lokasi lahan minta anakkemenakannya dijadikan honor”,sebut Febri sembari memperlihatkan.

Kemudian di Muaropaneh hingga Parambahan sumber debet air sangat besar, ini pun akan diberdayakan. “Andai tiga besar ini terlaksana, niscaya sudah ada lompatan kinerja dari PDAM," timpalnya yang selalu bekerjasama dengan PUPR.

(way)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update