Alumni IPDN Diminta Terus Perkuat Kompetensi
×

Adsense

Adsense Mobile

Alumni IPDN Diminta Terus Perkuat Kompetensi

Kamis, 28 Juli 2022 | 23.30 WIB Last Updated 2022-07-28T16:30:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Muhammad Tito Karnavian
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian. (f/kemendagri)

Jatinangor, Mjnews.id - Alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diminta untuk terus memperkuat kompetensi. Di tengah iklim kerja yang makin kompetitif. Kompetensi menjadi kunci penting yang perlu dimiliki alumni agar mampu bersaing dengan tenaga kerja lainnya. Karena itu, lulusan IPDN diminta jangan berpuas diri dengan gelar sarjana yang berhasil diraih. 

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian usai mewisuda lulusan IPDN tahun 2022 di Lapangan Parade Abdi Praja Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (28/7/2022).

Prosesi wisuda ini diikuti oleh 2.067 wisudawan dan wisudawati, terdiri dari 37 Program Doktor Ilmu Pemerintahan, 38 Program Magister Studi Pemerintahan, serta 1.992 Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan.

Mendagri mengatakan telah berkomunikasi dengan Rektor IPDN Hadi Prabowo agar mencari lulusan terbaik yang dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi ke luar negeri. Langkah ini dapat dilakukan dengan menjalin kerja sama antara IPDN dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar menyediakan beasiswa bagi alumni. Dirinya juga meminta agar kurikulum IPDN disesuaikan dengan kebutuhan kemampuan bahasa asing, sehingga alumni dapat diterima di perguruan tinggi di luar negeri.

“Kami memberikan program, kami memberikan jalan berkerja sama dengan LPDP untuk mendapatkan beasiswa scholarship,” ujar Mendagri.

Dirinya menargetkan setiap tahun ada 200 atau paling sedikit 100 alumni IPDN yang mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Dengan begitu, dalam 10 tahun mendatang, bakal ada 1000 lulusan dari negara luar.

Mendagri mengarahkan, agar negara yang dipilih menjadi tujuan belajar tersebut memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi, budaya kerja yang baik, dan tingkat korupsinya rendah.

Melalui lingkungan belajar seperti itu, Mendagri berharap, para alumni nantinya dapat mengubah budaya kerja menjadi lebih baik di lingkungan kerjanya masing-masing. Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan revolusi mental di lingkungan pemerintahan.

“Kenapa lulusan IPDN? Mereka belum terkontaminasi, masih bagus otaknya, pikirannya. Kalau sudah senior sudah susah untuk mengubahnya, sehingga freshman dari IPDN ini kita arahkan, mereka banyak ke luar (negeri),” terangnya.

Mendagri berharap, LPDP dapat memberikan kuota beasiswa bagi alumni IPDN. Dia mengatakan, langkah ini penting untuk kemajuan bangsa, utamanya dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih baik dan bersih. Pasalnya, lulusan IPDN memang disiapkan untuk menjadi pegawai pemerintahan.

(Eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update