BNN Kepri Ungkap Kasus Pabrik Gelap Pembuatan Sabu-sabu
×

Adsense

Adsense Mobile

BNN Kepri Ungkap Kasus Pabrik Gelap Pembuatan Sabu-sabu

Jumat, 22 Juli 2022 | 04.00 WIB Last Updated 2022-07-22T00:27:45Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Komjen Petrus Reinhard Golose bersama Ansar Ahmad
Kepala BNN RI, Komjen Petrus Reinhard Golose bersama Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat Press Conference Pengungkapan Kasus Clandestein Lab (Pabrik Gelap) Pembuatan Narkotika di Perumahan Sukajadi Batam, Kamis (21/07/2022). (f/biro adpim)

KEPRI, Mjnews.id - Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) berhasil mengungkap 1 (satu) Kasus Clandestine Lab (Pabrik Gelap) Pembuatan Narkotika Jenis Sabu-sabu yang terjadi di wilayah Provinsi Kepulauan Riau dengan barang bukti Narkotika Golongan I Jenis Sabu seberat bruto 5.032 (lima ribu tiga puluh dua) gram dan cairan yang diduga Prekusor Narkotika yang digunakan untuk membuat Narkotika.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNN Republik Indonesia Komisaris Jenderal Polisi (Komjen) Petrus Reinhard Golose saat Press Conference Pengungkapan Kasus Clandestein Lab (Pabrik Gelap) Pembuatan Narkotika di Perumahan Sukajadi Batam, Kamis (21/07/2022). 

Pada kasus ini petugas BNNP Kepri berhasil mengamankan 3 (tiga) orang tersangka berinisial MS (43 Tahun, WNA Malaysia) dan NS (47 Tahun, WNI) dan AS (25 Tahun WNI). 

"Yang diamankan saat ini ada 3 orang dengan 2 orang Warga Negara Indonesia dan 1 orang Warga malaysia yang merupakan mantan anggota kepolisian Malaysia PDRM," Jelasnya. 

Pada kesempatan ini Kepala BNN Republik Indonesia juga mengapresiasi keseriusan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama BNNP Kepulauan Riau dalam menjalankan amanah Bapak Presiden terkait pencegahan penyalahgunaan Narkoba dan Psikotropika. 

"Pengungkapan Clandestine Lab ini merupakan hasil yang luar biasa. Ini berkat dukungan dari Bapak Gubernur, BNNP Kepri, Kepolisian serta masyarakat. Kita tidak main main dalam pemberantasan narkoba dan para pelaku yang terlibat akan dihukum seberat beratnya," ucapnya. 

Sementara itu Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad turut mengapresiasi kinerja BNN RI dan BNNP Kepri yang bergerak cepat mengungkap kasus Clandestine Lab (Pabrik Gelap) Pembuatan Narkotika Jenis Sabu. 

"Apresiasi kepada BNN dalam pengungkapan kasus ini. Tentunya mamasyarakat dengan kejadian seperti ini juga harus semakin waspadai dan peka dengan lingkungan sekitar. Keikutsertaan masyarakat dalam memberikan informasi dan masukan kepada BNN sangatlah penting," ucapnya. 

Gubernur Ansar juga mengungkapkan bahwa bersama BNNP Kepri, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga punya program bersama in-line dengan program BNN Pusat bahwa sekarang pemerintah mendorong pembentukan desa-desa bersinar atau desa desa bersih narkoba dan dalam waktu dekat juga akan dilaunching bersama program industri bersinar yaitu daerah industri yang bersih dan bebas narkoba. 

"Jadi dalam hal pemberantasan narkoba ini, kita bersama BNN mencoba berkolaborasi bersama membuat program edukasi secara masif ke masyarakat karena bahaya narkoba ini bisa mengancam masa.depan bangsa," jelasnya.

(zah/isb)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update