Kemenkes Pertimbangkan Vaksin Covid-19 Dosis ke-4, DPR: Kenapa Tidak Langsung 1 Dosis?
×

Adsense

Adsense Mobile

Kemenkes Pertimbangkan Vaksin Covid-19 Dosis ke-4, DPR: Kenapa Tidak Langsung 1 Dosis?

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10.20 WIB Last Updated 2022-07-23T03:20:21Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

JAKARTA, Mjnews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang mempertimbangkan pemberian vaksin booster ke-2 atau vaksin Covid-19 dosis ke-4.

Pasalnya, bahwa saat ini pemerintah tetap fokus memprioritaskan pemberian vaksin dosis ke-1, dosis ke-2, dan vaksin booster.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago mempertanyakan langkah dari pertimbangan pemberian dosis ke-4.

“Soal booster kenapa sih nggak sekalian satu dosis kemarin, jadi nggak harus ada vaksin ke 4,” tanya Irma kepada wartawan, Sabtu (23/7/2022).

“Harusnya pada booster pertama jangan 1/2 dosis! Kasih aja sekalian 1 dosis,” lanjut Legislator Partai NasDem ini.

Irma menilai, kenapa Pemerintah pada vaksin booster saat ini tidak memberikan dosis penuh seperti halnya pada vaksin 1 dan 2, malah hanya memberikan 1/2 dosis dan sekarang ada rencana mau menambah lagi. Ini bisa saja menambah beban anggaran dan akan membuat kacau semua.

“Bukan tidak perlu, tapi kenapa harus berdosis-dosis? Kan malah bikin repot dan bikin anggaran bengkak? Biaya distribusi vaksin, biaya vaksinasi dan lain lain,” tegas Irma.

Ia pun mengimbau agar seluruh masyarakat janganlah merasa cuek atau tidak peduli akan keberadaan Covid-19 meskipun kondisinya tengah naik atau turun. Dan Irma tetap meminta agar masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) sudah dianjurkan pemerintah.

“Kita sebenarnya sudah capek ngadepin pendemi ini. Makanya masyarakat jangan abai, apalagi anggap enteng menghadapi pandemi,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Mohammad Syahril mengatakan bahwa pemerintah telah mempertimbangkan vaksin Covid-19 dosis ke-4 untuk masyarakat Indonesia.

Menurutnya, saat ini pemerintah tetap fokus memprioritaskan pemberian vaksin dosis ke-1, dosis ke-2, dan vaksin booster.

Sedangkan vaksin booster ke-2 atau vaksin Covid-19 dosis ke-4 tengah dipertimbangkan, karena beberapa negara sudah memberlakukan program ini.

“Tapi belum semua negara, karena semua negara itu ada yang seperti kita karena cakupan boosternya aja belum memenuhi,” ungkap Syahril saat dihubungi awak media, Selasa (22/7/2022).

(***)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update