Kemenkumham Jabar Gandeng Polda untuk Bangun Karakter Petugas Pemasyarakatan
×

Adsense

Adsense Mobile

Kemenkumham Jabar Gandeng Polda untuk Bangun Karakter Petugas Pemasyarakatan

Senin, 18 Juli 2022 | 16.58 WIB Last Updated 2022-07-18T09:58:10Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

BANDUNG, Mjnews.id - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Barat (Jabar) melaksanakan upacara pembukaan kegiatan Pembinaan Fisik, Mental dan Disiplin (FMD) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jabar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (18/7/2022).

Upacara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Sesditjenpas) Heni Yuwono, Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjenpas Abdul Aris, Kakanwil Kemenkumham Jabar Sudjonggo, Kepala Divisi Pemasyarakatan Jabar Maulidi Hilal beserta jajaran Kepala UPT Pemasyarakatan di wilayah Jabar. Selain itu upacara ini juga diikuti oleh Kepala SPN Polda Jabar, Joko Surahmanto beserta jajarannya.

Dalam uapacara ini, dilakukan penandatanganan surat perjanjian kerjasama pembinaan oleh Kakanwil Kemenkumham Jabar Sudjonggo dan Kepala SPN Polda Jabar Joko.

Kemudian, Sesditjenpas Heni Yuwono memberikan amanat kepada 730 orang lebih peserta kegiatan pembinaan yang merupakan para petugas dari Satuan Kerja Pemasyarakatan Kemenkumham Jabar.

Heni menyampaikan, kegiatan ini merupakan awal dari pembentukan petugas Pemasyarakatan yang memiliki karakter kuat fisik dan mental, pribadi yang bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya, dan berani menolak melakukan praktek yang tidak bermartabat.

"Saya berpesan kepada seluruh Petugas Pemasyarakatan untuk berpedoman kepada dasar 3+1 dan Back to Basic dalam menjalankan tugasnya. Jadikan Pembinaan ini sebagai upaya perbaikan untuk menghilangkan hal-hal negatif yang tampak di mata masyarakat. Saya tegaskan kepada para peserta pembinaan untuk merubah budaya kerja dari yang ingin dilayani menjadi pola pikir melayani," tegasnya.

Lebih lanjut, Heni juga mengingatkan jajarannya akan peran SDM yang strategis didalam Kemenkumhan dan juga yang paling rawan terhadap penyelewengan. Dia berharap melalui pembinaan FMD ini akan membentuk karakter para petugas Pemasyarakatan lebih baik lagi, sehingga tidak ada lagi munculnya berita-berita terkait Kemenkumham yang tidak menyenangkan di mata masyarakat.

Heni pun mengapresiasi atas cepat tanggapnya Kemenkumham Jabar dalam merespon disahkannya Undang-Undang Pemasyarakatan melalui penyelenggaraan pembinaan FMD itu. 

"Kedepannya, diharapkan giat pembinaan yang diselenggarakan oleh Kemenkumham Jabar selama 5 hari ini bisa menjadi patokan bagi Kemenkumham di wilayah-wilayah Indonesia lainnya," tutupnya.

(bs)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update