Silaturahmi GPK dan Laskar Islam Jateng - DIY, Belum Ada Pembicaraan Dukung Anies
×

Adsense

Adsense Mobile

Silaturahmi GPK dan Laskar Islam Jateng - DIY, Belum Ada Pembicaraan Dukung Anies

Minggu, 24 Juli 2022 | 20.30 WIB Last Updated 2022-07-25T05:54:35Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Silaturahmi GPK dan Laskar Islam Jateng - DIY
Silaturahmi GPK dan Laskar Islam Jateng - DIY. (f/ist)

Purworejo, MJNews.id - Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Al Quds Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, resmi dideklarasikan dengan menggelar pengajian dan silaturahmi GPK dan Laskar Islam se -Jateng dan DIY di Lapangan bola Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Minggu 24 Juli 2022.
 
2.000 anggota laskar islam yang datang ke Purworejo dengan pengawalan dari Brimob. Mereka datang dengan menggeber motor yang dinaiki sehingga menimbulkan kebisingan. Meski demikian, acara bisa berjalan lancar, aman dan tertib hingga selesai.
 
Ketua GPK Al Quds Purworejo dikukuhkan adalah Murjoko Wijayanto. Walaupun pada backdrop panggung terpampang gambar Anies Baswedan, namun hingga acara selesai tidak ada deklarasi dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswesldan pada Pilpres tahun 2024 mendatang.
 
"Untuk dukung mendukung Capres kami belum. Kami pingin menghadirkan Bapak Anies Baswedan ingin mendengar visi dan misi Beliau dalam memimpin bangsa ini. Tidak menutup kemungkinan di lain waktu kami akan mengundang tokoh lain (calon Presiden RI)," tutur Ketua Bidang Hukum GPK Al Quds, Agus Triatmoko kepada wartawan.
 
Jika nanti usulan organisasi kepemudaan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengenai Capres berbeda dengan DPP, maka mereka pun siap dianggap 'mbalelo'.
 
"Sudah saatnya yang tua mendengarkan yang muda. Kami juga tidak takut dianggap 'mbalelo' ke partai, sudah biasa. Kalau bisa, suara kami didengarkan," kata Agus yang juga seorang pengacara ini.
 
Namun demikian, GPK siap jika minta untuk ikut mendongkrak suara partai yang secara nasional mematok target 7% suara sah pada Pileg 2024. Agus menerangkan berbagai ihtiar yang akan dilakukan dengan cara aktif melakukan kegiatan sosial.
 
"Sekarang kami ingin mengubah stigma GPK yang dulu menjadi modern dan humanis," pungkasnya.

(Fix)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

×
Berita Terbaru Update