Kadis Perkim Raf Indria: Status Kota Padang Baru Genangan, Bukan Banjir
×

Adsense

Adsense Mobile

Kadis Perkim Raf Indria: Status Kota Padang Baru Genangan, Bukan Banjir

Kamis, 29 September 2022 | 18.17 WIB Last Updated 2022-09-29T14:36:46Z

Advertisement

Advertisement

Raf Hindria
Kepala Dinas Perumahan Pemukiman Kota Padang, Raf Indria. (f/obral)

Padang, Mjnews.id - Diimbau bagi warga Kota Padang untuk meningkatkan kedisiplinannya supaya jangan membuang sampah di sembarangan tempat, akibatnya buruk yang menimbulkan penyumbatan aliran air. 

Ungkapan ini disebutkan Kepala Dinas Perumahan Pemukiman (Perkim) Kota Padang, Raf Indria ketika dijumpai oleh awak media ini di ruang kerjanya, Kamis 29 September 2022.

Menurut Raf, tersebut bulan ini sampai bulan Desember curah hujan diperkirakan akan lebih banyak dibandingkan dari bulan sebelumnya. 

"Dengan berdisiplinnya warga kota tidak membuang sampah di sembarangan tempat maka saat hujan deras akan dapat membantu genangan air bisa menyusut lebih cepat," katanya. 

"Imbauan ini juga sesuai dengan ajakan Walikota (Wako) Padang, Hendri Septa di September ini supaya warga kota lebih berdisiplin untuk membuang sampah pada tempat yang disediakan," harapnya. 

Selain ini juga harapan Wako Padang pula agar warga kota mau bergotong royong (goro) membersihkan saluran drainase terlebih lagi dalam masa musim penghujan. 

Terkait ini pula, lanjut Raf Indria,jaga sampah supaya jangan masuk ke inlet (pintu masuk) menuju ke drainase jalan protokol. 

Namun, ketika ditanyakan tentang kewenangan Dinas Perkim Kota Padang, menurut Raf Indria, adalah drainase quarter. 

Sedangkan, drainase sekunder dan drainase tersier ini merupakan kewenangan ke-PU-an, serta drainase primer merupakan kewenangan balai wilayah sungai.

Dikatakannya, dari luas daerah Kota Padang 694,96 kilometer persegi termasuk hutan lindung, dan separuh dari luas kota ini merupakan daerah perkotaan ini. 

"Tetapi kewenangan Dinas Perkim Kota Padang hanya menangani drainase lingkungan," imbuhnya. 

"Kita sebagai warga kota ini perlu berdisiplin tidak membuang sampah di sembarangan tempat karena pemerintah telah berinvestasi untuk menormalisasi (perapian tebing kiri-kanan) sungai," ungkapnya mengingatkan warga kota. 

"Status Kota Padang saat datang musim penghujan baru berstatus genangan air bukan banjir," urainya. 

Jika, ada warga kota ini mengatakan di Media Sosial (Medsos) bahwa kota ini banjir saat curah hujan deras, maka status Kota Padang bukanlah banjir tetapi baru sebatas genangan air menjelang menyusut. 

Sesuai pengamatan Raf Indria, ketika hujan deras turun maka gelombang pasang air laut ikut naik pula, maka terjadilah genangan air disaat musim hujan turun deras. 

Pada tempo dulu, ya permukaan air laut dengan daratan kota ini berbanding sejajar. 

"Nah, sesuai info permukaan air laut naik dari sebelumnya akibat pemanasan global karena es dikutub telah mencair akibat pemanasan global ini," ujarnya. 

Sejauh ini rencana Pemerintah Kota Padang, jika memang telah dibutuhkan guna mengantisipasi genangan air di kota saat datangnya hujan deras, masih bisa dilakukan tentang setiap bangunan perlu dibuat sumur bio pori yang bisa berfungsi sebagai menampung air sementara. 

"Ini salah satu langkah bisa diterapkan tergantung kebutuhan. Tetapi, kondisi sekarang kota ini belum perlu ini," Katanya. 

Selain adanya kolam retensi, makin banyak kolam retensi makin bagus sebenarnya. 

Secara umum mulut air yang langsung berhadapan dengan laut ada 6 sungai Batangarau, Banjir Kanal, Batang Kuranji, Batang Kandis, Batang Air Dingin, Batang Timbalun (Bungus dan Sungai Pisang), dan Air Dingin (tersebut) terletak pada Padang Pinggir Kota (Papiko). 

Dijelaskannya, pada umumnya genangan air di Kota Padang setelah 2 jam, maka genangan air kembali surut untuk menyusut. Artinya, drainase lingkungan berfungsi dengan baik di permukiman dan genangan air mengalir ke laut. 

"Namun, dikhawatirkan saat hujan deras dan air laut naik," nah ini dia problema kota ini," tukuknya. 

"Tetapi penampungan sementara (Pons) yang ada atau kolam retensi atau juga kolam penahan air dari serangan genangan air, ini sangat membantu ketika musim hujan datang," pungkasnya.

(oc)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update