Ketua Bundo Kanduang Sitta Novembera Ikut Sukseskan Event Rang Solok Baralek Gadang
×

Adsense

Adsense Mobile

Ketua Bundo Kanduang Sitta Novembera Ikut Sukseskan Event Rang Solok Baralek Gadang

Kamis, 22 September 2022 | 11.00 WIB Last Updated 2022-09-22T05:09:31Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Sitta Novembera
Ketua Bundo Kanduang Kota Solok, Sitta Novembera. (f/harpani siska)

Kota Solok, Mjnews.id - Peranan Bundo Kanduang sebagai seorang ibu di Kota Solok, semakin menggeliat dan mengapung ke permukaan. Pastinya, peran yang dimainkan  itu tidak terlepas untuk membentengi anak-anak dan sekaligus memelihara adat dan budaya Minangkabau.

Seperti upaya yang dilakukan oleh Ketua Bundo Kanduang Kota Solok, Sitta Novembera, BA dalam keterlibatannya menyukseskan agenda pemerintah Event Rang Solok Baralek Gadang.

Dari pantauan media ini, Bundo Kandung kota Solok itu terlihat lebih agresif dan aktif dibanding pihak-pihak lainnya yang seharusnya bertanggungjawab atas kesuksesan event besar tersebut. Hal itu dilakukannya, tidak terlepas dari rasa tanggung jawab seorang ibu untuk menjaga nama baik masyarakat dan daerah kota Solok.

“Kita akan terus melakukan pengawalan sejauh mana persiapannya, karena masalah adat dan budaya mendominasi kegiatan yang akan dilaksanakan itu,” papar Stta Novembera, Rabu 21 September 2022, di lokasi yang akan dilaksanakannya even Rang Solok Baralek Gadang, di hamparan persawahan Sawah Solok, Jalan Gawan, Kota Solok.

Dalam melakukan pengawalan dan pengawasan terhadap persiapan event yang akan dilaksanakan pada 22 hingga 25 September 2022 itu, Bundo Kanduang kota Solok akan mengkonfirmasikan kepada dinas terkait atau kepada pelaksana kegiatan, segala bentuk persiapan kegiatan yang tidak menyentuh seni atau budaya yang telah menjadi tradisi alam Minangkabau.

Dan untuk menyemarakkan serta memenuhi random event Rang Solok Baralek Gadang, para kaum hawa yang berada dibawah koordinator Bundo Kanduang Kota Solok, akan memasak gulai spesifik kota Solok yakni Gulai Batang Pisang dan Gulai Kerucut Belut dan kedua masakan itu akan dicampur daun Kasambi.

“Kita harus mengenalkan masakan khas yang kita miliki kepada para tamu yang akan datang, keenakan rasa dari masakan itu membutuhkan bumbu atau rempah yang hanya diketahui oleh para Bundo Kanduang kota Solok,” pungkas Sitta Novembera.

Ibu Kandung kota Solok itu mengatakan, untuk menyukseskan event Rang Solok Baralek Gadang, Bundo Kandung kota Solok juga telah melakukan pembenahan untuk wajah kota Solok. Puluhan kaun hawa hadir dalam kegiatan ”BASIKAMEH” dan membersihkan sepanjang jalan utama di tiga kelurahan yang ada di Kecamatan Lubuk Sikarah.

Kegiatan yang diprakarsainya itu dan telah dilaksanakan pada Minggu, 18 September 2022, juga merupakan salah satu tradisi atau adat Minangkabau khususnya kota Solok.  Dalam kehidupan di Minangkabau, segala masalah sosial kemasyarakatan diselesaikan secara bersama dan itu sesuai petuah “Barek Samo Dipikua Ringan Samo Dijinjiang ” (Berat Sama dipikul Ringan Sama dijinjing).

Menurut Bundo Kanduang kota Solok yang akrab disapa dengan panggilan Budo Ayang itu, pituah ”Barek Samo Dipikua Ringan Samo Dijinjiang” juga diimplementasikan dalam mengemas event Rang Solok Baralek Gadang, dan hal itu sesuai dengan salah satu aspek penilaian yang akan dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Bundo Ayang menerangkan, Event Rang Solok Baralek Gadang merupakan salah satu dari 110 event yang masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) yang diumumkan lansung oleh Menteri Parekraf RI, Sandiaga Uno pada 1 Maret 2022 lalu.

Sebelumnya event yang disampaikan oleh pemerintahan kota dan kabupaten se Indonesia melalui pemerintahan Provinsinya masing masing berjumlah 319 event. Setelah dikurasi, bedasarkan aspek penilaian yang ditentukan, menyisakan 110 event yang diakui oleh Kemenparekraf RI. Dan untuk Provinsi Sumatera Barat, diakui sebanyak 3 event yakni, Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCA) event Kota Sawahlunto,  Festival Pesona Minangkabau (FPM) yang dikemas oleh Kabupaten Tanah Datar, dan Event Rang Solok Baralek Gadang oleh pemerintah kota Solok.

Adapun penilaian yang dilakukan Kemparekraf RI untuk diakuinya dan dapat terdaftar pada KEN adalah, minimal telah diselenggarakan sebanyak tiga kali dan menjadi event berkelanjutan, mampu memberikan daya tarik bagi wisatawan,  mengutamakan pemberdayaan potensi lokal, dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi, Sosbud dan lingkungan, dan memiliki skema protokol CHSE yang mengutamakan keterlibatan UMKM dan masyarakat sekitar.

KEN adalah salah satu upaya pemerintah dalam mendorong kebangkitan ekonomi kreatif di Indonesia. Adanya event ini, diharapkan dapat membantu menggerakkan perekonomian nasional yang terpuruk akibat pandemi COVID-19. KEN juga diyakini oleh Kemenparekraf RI akan menjadi motor penggerak bagi para pelaku industri.

“Kharisma Even Nusantara merupakan kolaborasi Kemenparekraf RI dengan seluruh pemerintah daerah melalui penyelenggaraan even berkualitas. Sinergitas yang terjadi bertujuan untuk mempromosikan destinasi pariwisata yang ada di masing-masing daerah, dengan sasaran meningkatnya kunjungan wisata yang mengandalkan peningkatan potensi lokal, dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,” imbuh Bundo Ayang.

(sis)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update