Duh! Ketua Yayasan Pendidikan Diduga Cabuli Tujuh Santri di Banjarnegara
×

Adsense

Adsense Mobile

Duh! Ketua Yayasan Pendidikan Diduga Cabuli Tujuh Santri di Banjarnegara

Kamis, 01 September 2022 | 09.00 WIB Last Updated 2022-09-01T03:53:34Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

konferensi pers kasus pencabulan santri
Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto saat konferensi pers kasus pencabulan santri. (f/humas)

Banjarnegara, MJNews.id - Polres Banjarnegara mengungkap tindak pidana pencabulan sesama jenis terhadap tujuh santri yang dilakukan oleh oknum ketua yayasan pendidikan inisial SAW alias JS, warga Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto, S.I.K., S.H., M.H mengatakan, tindak pidana pencabulan/asusila terbongkar ketika tersangka pergi ke Aceh karena istrinya melahirkan. Pada saat tersangka pergi, kegiatan mengajar digantikan oleh guru yang lain. "Disitulah salah satu santri yang pernah dicabuli bercerita kepada guru yang menggantikannya," jelas Kapolres saat melakukan konferensi pers, Rabu (31/8/2022).

Kapolres mengungkapkan bahwa tersangka mempunyai kelainan seksual, dimana nafsu muncul ketika melihat anak yang kulitnya putih, bersih dan ganteng dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku telah melakulan pencabulan terhadap tujuh anak santrinya.

"Namun yang dilakukan introgasi baru enam anak, ini bisa dikembangkan lagi nantinya pada saat pemeriksaan lanjutan," jelas kapolres.

Tindak pencabulan terhadap salah satu korban AG (15), terjadi pada tanggal 21 Juni 2022 sekitar pukul 13.00 WIB, ketika itu tersangka melihat korban berjalan kaki di depan rumahnya, kemudian tersangka melambaikan tangan memanggil korban ke rumahnya, kemudian tersangka meminta korban duduk di ruang tamu dan ditanya apa sudah makan atau belum, dan korban menjawab “belum” lalu tersangka menawari makan dan memesan makanan kwetiaw melalui aplikasi online. 

"Setelah memesan makanan, tersangka menarik tangan korban dan diajak ke kamar, di situlah tersangka mulai melakukan aksi cabul, dengan menciumi korban, lalu mengajak korban agar malamnya menginap di rumahnya," tambahnya.

Sekitar pukul 21:15 WIB, tersangka menghampiri AG di asrama,dan membangunkan korban yang sedang tidur untuk diajak ke rumah tersangka, sesampainya di rumah, tersangka dan korban masuk ke dalam kamar lalu mencium korban, dan terjadi perbuatan cabul. Sekitar pukul 02.15 Wib tersangka membangunkan AG dan disuruh pulang ke asrama dan mengancam korban agar tidak cerita ke siapa-siapa," sambungnya.

Terhadap korban AG, tersangka telah melakukan perbuatan cabul sebanyak empat kali.
Setelah dilakukan pengembangan ternyata ada korban lain yang juga santri di Ponpes tersebut, yaitu HA (13), NN (15), FN (13), MS (13) dan MA (15). Dari hasil pemeriksaan tersangka melakukan perbuatan cabulnya sejak bulan November tahun 2021.

"Tersangka dijerat pasal 82 Ayat (2) Undang-Undang Perlindungan Anak dan atau Pasal 292 KUHP.dengan Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara, ditambah 1/3 karena tersangka tenaga pendidik," pungkasnya.

(Fix)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update