Museum Adityawarman Bikin Inovasi Baru Wisata Keluarga
×

Adsense

Adsense Mobile

Museum Adityawarman Bikin Inovasi Baru Wisata Keluarga

Rabu, 21 September 2022 | 07.00 WIB Last Updated 2022-09-21T03:16:15Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Pertemuan Museum Sasonobudoyo Yogyakarta dengan Museum Adityawarman
Pertemuan 2 museum kenamaan, Museum Sasonobudoyo Yogyakarta dengan Museum Adityawarman di Taman Melati Kota Padang, Sumbar. (f/obral)

Padang, Mjnews.id - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Adityawarman Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Museum Adityawarman membikin inovasi baru supaya museum ini bisa menjadi kunjungan wisata keluarga. 

Ungkapan ini dikatakan Kepala UPT Museum Adityawarman, Dewi Ria melalui Kepala Seksi Pelayanan dan Edukasi UPT Museum Adityawarman, Vandrovis ketika dijumpai oleh awak media ini di ruang kerjanya, Selasa 20 September 2022.

Menurut Vandrovis, bagaimana kedepanya bahwa Museum ini bisa menjadi kunjungan wisata keluarga. 

Karena sebelumnya, pengunjung Museum ini sangat identik dengan pengunjung dari kalangan siswa dan pelajar, dan program kunjungan seperti ini telah berlangsung sangat lama bahkan monoton. 

"Ya, kita mau merubah jenis program kunjungan supaya Museum ini juga menjadi idola kaula muda serta dapat menjadi kunjungan wisata keluarga. Kita ingin Museum punya program inovasi baru dengan menjadikan Museum sebagai kunjungan wisata keluarga," katanya.

Museum harus bangkit dan bergairah kembali. Jika merujuk pada peristiwa masuknya wabah pandemi covid 19 di triwulan ke-3 menjelang akhir tahun 2019 lalu, dan pada tahun 2020 museum ini sempat tutup selama 3 bulan. Begitu juga pada pertengahan tahun 2021 juga sempat tutup selama 3 bulan, pula sehingga program publik banyak mandeg disitu karena tidak diperbolehkan mengunjungi Museum selama mandeg tersebut. 

"Nah, akhir tahun 2021 parian Delta selesai, namun Museum melaksanakan programnya masih bersifat online," jelasnya. 

Kemudian, program tahun 2022 ini baru kita mulai dengan seleksi penampilan teater dari 19 daerah kabupaten dan kota se-Sumbar sehingga hasil seleksi itu menghasilkan 10 teater.

"Jadi, jika pengunjung datang ke museum Adityawarman setiap hari Sabtu dan Minggu adanya penampilan panggung teater yang menampilkan hasil dari seleksi penampilan teater tersebut," ungkapnya. 

Penampilan panggung teater ini pula di museum ini telah berlangsung sejak Agustus-September 2022 ini-sampai sekarang. 

"Hal ini bertujuan kita menggaet wisata keluarga dengan suguhan hiburan penampilan panggung teater," ucapnya. 

Program ini juga bertujuan, pengunjung yang datang ke museum tidak hanya saja melihat benda-benda koleksi tetapi masyarakat dapat menyaksikan layanan panggung teater interaktif. 

"Selain ini program terbaru kita akan mengadakan pameran kerajinan perhiasan emas dan perak yang menghadirkan Museum Sasonobudoyo dari Jogja pada 26 Oktober 2022 nanti," tukuknya. 

Dari pihak Museum Adityawarman sendiri memamerkan kerajinan perhiasan emas serta Museum Sasonobudoyo memamerkan perhiasan kerajinan perak. 

"Sehingga pameran 2 jenis perhiasan kerajinan emas dan perak, kita akan menyulap ruangan pameran itu lain dari pada yang lain di ruangan pameran lantai 1 Museum ini," bebernya. 

Disebutkan, jenis perhiasan berbahan logam mulia jenis emas dipamerkan perhiasan kalung, gelang, anting, cincin, dan cincin kuku emas. 

"Namun, jenis perhiasan emas cincin kuku emas pihak dari bundo kanduang belum bisa menjelaskan tentang asal usul jenis perhiasan ini berasal," katanya. 

Tetapi kita hanya membuka pameran jenis perhiasan emas untuk deta di kepala seperti anting, kalung, perhiasan badan dan perhiasan tangan serta perhiasan kaki. 

"Tapi, kita coba telusuri dulu tentang perhiasan cincin kuku emas ke Painan Pesisir Selatan. Kemaren ini si bundokanduangnya belum bisa menjelaskan tentang cincin emas perhiasan kuku. Tentang ini, namun kita tunggu dululah," pungkasnya.

(oc)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update