Visit Beautiful West Sumatera 2023 Masih Terkendala Entry Point BIM
×

Adsense

Adsense Mobile

Visit Beautiful West Sumatera 2023 Masih Terkendala Entry Point BIM

Kamis, 01 September 2022 | 04.00 WIB Last Updated 2022-09-01T03:44:58Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Luhur Budianda Sy
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, Luhur Budianda Sy. (f/obral caniago)

Padang, Mjnews.id - Hampir selama 3 tahun aktivitas usaha industri wisata di Sumbar berkurang akibat wabah pandemi Covid-19, dan sekarang telah melandai, maka usaha wisata, peluangnya direbut kembali. 

Penegasan ini dikedepankan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, Luhur Budianda Sy, ketika dijumpai awak media ini di ruang kerjanya, Rabu 31 Agustus 2022.

Lanjutnya, jika disigi dari data kunjungan tahun 2019 mencapai 8,2 juta orang, tahun 2020 sebanyak 8,04 juta orang, dan tahun 2021 kunjungan drastis menurun menjadi 5,2 juta orang. 

Dijelaskannya, jika dibandingkan pengunjung sampai akhir bulan Juni 2021 dengan akhir bulan Juni 2022 telah terjadi peningkatan kunjungan kembali sekira 36 persen.

Hal ini berdasarkan karena orang telah banyak melakukan vaksin Booster sehingga jumlah kunjungan jadi meningkat.

Sedangkan data dari peningkatan angka pengunjung sampai akhir Juni 2022 merupakan pengunjung wisatawan berbayar dari lokasi objek wisata yang di daerah kabupaten dan kota se-Sumbar. 

Tetapi pengunjung yang memasuki objek wisata tak berbayar belum dihitung, seperti pengunjung objek wisata Pantai Padang, dan objek wisata Jam Gadang di Kota Bukittinggi, walau pun ramai tetapi belum dihitung dalam angka data peningkatan. 

"Karena, kalau dihitung pengunjung yang memasuki objek wisata yang belum berbayar, kita 'takutnya' nanti adanya bias," ungkapnya.

Lanjutnya, data tersebut adalah data riil bukanlah data diterka-terka, tetapi datanya berasal dari pengunjung masuk objek wisata dengan menggunakan tiket oleh pengunjung di objek wisata yang tersebar di daerah kabupaten dan kota di Sumbar. 

"Terkait dari data itu pula terdapat adanya peningkatan pengunjung sekitar 21, 38 juta orang pengunjung, dan satu orang pengunjung bisa menghabiskan uang berbelanja rata-rata mendekati Rp 1,3 juta perorang. Data ini hasil kerja sama penelitian dari LPM IPB," katanya. 

Dijelaskan, sehingga volume uang yang beredar selama pemudik lebaran Idul Fitri tahun 2022 kemarin sekira Rp 1, 5 triliun lebih. Karena, pemudik bukan hanya saja buat pulang kampung tetapi sebagian pemudik jadi pengunjung berwisata.

"Artinya, dari sektor pariwisata di Sumbar sudah ada kebangkitan ekonomi masyarakat sejak melandainya wabah Covid-19 yang menghambat aktivitas ekonomi masyarakat," imbuhnya. 

Dengan demikian, Kadis Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda Sy, mengajak dari para pelaku wisata di pedesaan untuk lebih meningkatkan dan membenahi destinasi wisata yang ada baik aksesibilitynya, atraksinya, dan kebersihan destinasinya.

"Kita siapkan menyongsong Visit Beautiful West Sumatera Tahun 2023 telah dekat dan diambang pintu. Mari kita benahi sapta pesona wisata desa-desa dan di kenagarian yang ada di Sumbar. Karena kita ingin mengait peluang kunjungan wisatawan mancanegara negeri jiran Malaysia, Singapore dan wisatawan nasional serta wisatawan daerah atau lokal," ajaknya mensupport.

"Kita juga sedang mempersiapkan Entry Point (Pintu Masuk) ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjelang terselenggaranya iven internasional Visit Beautiful West Sumatera 2023," sebutnya. 

Diungkapkannya, kita masih terkendala pada Entry Point BIM. "Mudah-mudahan Satgas Covid-19 bisa mempercepat penyelesaian kendala tersebut sesuai aturan," pungkasnya.

(Obral Caniago)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update