Anggota Komisi VI Sebut Investasi di Bali Tidak Berkualitas karena Tak Ada Pemerataan Pembangunan
×

Adsense

Adsense Mobile

Anggota Komisi VI Sebut Investasi di Bali Tidak Berkualitas karena Tak Ada Pemerataan Pembangunan

Rabu, 12 Oktober 2022 | 13.00 WIB Last Updated 2022-10-12T08:57:57Z

Advertisement

Advertisement

Gde Sumarjaya Linggih
Gde Sumarjaya Linggih. (f/dpr)

JAKARTA, Mjnews.id - Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer menyampaikan bahwa investasi yang ada di Bali cenderung tidak berkualitas karena kurang timbunya niat dari Pemerintah Provinsi akan pemerataan pembangunan. 

"Di Dapil saya itu, bisa dibilang investasinya sama sekali tidak berkualitas. Segala yang namanya investasi baik itu swasta maupun pemerintah itu selalu mengarah ke Selatan. Kemarin ada peresmian jalan tol katanya mulai dibuka peletakan batu pertama. Jalan tol itu arahnya juga ke selatan kemudian kemarin dapat pinjaman hampir 2,5 triliun rupiah itu juga menjadi pusat kesenian bali di Selatan juga," ungkap Politisi Senior Golkar ini. 

Demer mengkhawatirkan jika pertumbuhan terus-menerus timpang di Bali dan hanya terjadi di Selatan maka masyarakat Bali Selatan akan termarjinalkan. 

"Apa yang terjadi ketika pertumbuhan terus menerus di Selatan, saya mengkhawatirkan orang Bali yang nantinya di selatan akan termarjinalkan karena kenaikan harga-harga yang tidak mampu diikuti oleh kelas bawah. Sehingga mereka harus terpinggirkan. Pertumbuhan yang berkualitas adalah pertumbuhan yang tinggi disertai pemerataan yang mampu memicu timbulnya pelaku baru jelas Demer pada Selasa (11/10/2022). 

Demer juga mengimbau Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mampu memacu timbulnya pelaku usaha baru pada setiap investasi yang ada. 

"Ditugaskan Menteri Investasi untuk memicu timbulnya pelaku baru di daerah-daerah, sehingga diminta untuk partisipasi dari teman-teman daerah untuk setiap investasi yang ada," ungkap Demer. 

Demer juga mengungkapkan bahwa anggaran selalu dikucurkan namun penempatannya selalu di daerah Selatan Bali dan kurang merata di berbagai daerah lain di Bali. 

"Saya melihat kondisi Bali timpang karena pembangunan dan pertumbuhan lebih banyak mengarah ke daerah Selatan Bali, banyak anggaran yang dikucurkan namun selalu mengarah ke Selatan karena lebih gampang nanti untuk meninjau, hal ini dikhawatirkan akan menyebabkan masyarakat Bali di Selatan termarjinalkan. Kita tahu, Presiden mengingnkan pertumbuhan yang tinggi disertai pula dengan pemerataan sehingga nantinya diharapkan dapat timbul pelaku usaha baru di daerah-daerah sehingga ada partisipasi dari teman-teman daerah pada investasi yang ada," jelasnya.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update