30 Hari di Kota Solok, Tim BPK Sumbar Berikan Inovasi Pengelolaan Sampah RT

Ramadhani Kirana Putra lepas Tim BPK RI Perwakilan Sumbar setelah 30 Hari di Kota Solok
Wakil Walikota Solok, Ramadhani Kirana Putra lepas Tim BPK RI Perwakilan Sumbar setelah 30 Hari di Kota Solok, di ruang kerja Wako, Selasa (15/11/2022). (f/prokomp)

Kota Solok, Mjnews.id – Selama lebih kurang 30 hari, Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Prov. Sumbar berkutat dan bekerja sesuai tupoksinya di Kota Solok. Tim tersebut juga memberikan inovasi dalam membimbing permasalahan pengelolaan sampah di Kota Solok.

Usai bertugas, Tim BPK RI Perwakilan Sumbar dilepas oleh Wakil Walikota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE,  di ruang kerja Wako, Selasa (15/11/2022). 

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turut mendampingi, Inspektur Kota Solok Kefilka dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Solok, Zulkifli, Camat Tanjung Harapan, Feri Agriadi, dan OPD terkait lainnya.

Baca Juga  Polres Solok Serahkan 100 Paket Sembako pada Sopir dan Tukang Ojek

Rini Sunaryati, Perwakilan BPK mengucapkan terimakasih atas jamuan Wakil Walikota Solok selama ini. Rini akui Kota Solok sudah banyak melakukan inovasi terkait Pengelolaan Sampah Rumah Tangga namun masih ada yang musti ditingkatkan lagi guna mendukung Peningkatan Kualitas Lingkungan pada Pemerintah Kota Solok.

“Kami berharap Hasil pemeriksaan ini dapat menjadi acuan, masukan dan rekomendasi yang segera ditindaklanjuti untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan di Kota Solok,” ucapnya.

Senada dengan itu, Wawako Ramadhani juga mengucapkan terimakasih kepada Tim BPK RI Prov. Sumbar yang telah bekerja selama lebih kurang 30 hari di Kota Solok dalam membimbing permasalahan pengelolaan sampah di Kota Solok.

Baca Juga  Waspadai DBD, Berantas Sarang Nyamuk dengan 3 M Plus

“Masukan yang diberikan kepada kami akan segera kami follow up untuk peningkatan kualitas lingkungan di Kota Solok, karena persoalan sampah adalah persoalan mendasar dalam aspek kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Ramadhani mengakui, untuk penanganan sampah harus dimulai dari diri sendiri, dan keluarga, tentu dibutuhkan lagi pendekatan secara persuasif kepada masyarakat Kota Solok untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Apapun hasil pemeriksaan ini dapat menjadi acuan program Pemko Solok dalam mengatasi sampah di masa mendatang,” tutup Wawako.

(Billy)