Berharap Pemprov Sumbar Cukupkan Anggaran Pembangunan Seawall di Sasak
×

Adsense

Adsense Mobile

Lazada

Berharap Pemprov Sumbar Cukupkan Anggaran Pembangunan Seawall di Sasak

Minggu, 20 November 2022 | 09.00 WIB Last Updated 2022-11-20T08:12:10Z

Advertisement

Advertisement

Zulkenedi Said tinjau pembangunan pondasi box covert seawall di Suak Maligi
Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Zulkenedi Said bersama Kepala Dinas PSDA Bina Kontruksi Pemprov Sumbar, Fadhol Bari dan pihak rekanan CV. Putra Sulung meninjau proses pembangunan pondasi box covert seawall di Suak Maligi, Sasak. (f/dolop)

PASBAR, Mjnews.id - Abrasi pantai kian mengikis daratan wilayah pohon seribu pantai Sasak sekitarnya, bahkan beberapa rumah penduduk terancam ambruk dan sudah ada yang lenyap terban ke lautan. Untuk mengantisipasi abrasi terus menerus menepi ke daratan, DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui anggaran Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat menggelontorkan dana pembangunan seawall (dinding pemecah ombak) sebagai penahan abrasi pantai di Muaro Tanjung Karambia Ampek Pondok dan pemasangan box covert di Bancah Galinggang Suak, jalan penghubung Sasak dan Maligi, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar).

Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Zulkenedi Said pada kunjungan kedua bersama Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Bina Kontruksi Pemprov Sumbar, Fadhol Bari dan pihak rekanan CV. Putra Sulung, pelaksana meninjau proses pembangunan pondasi box covert seawall di Suak Maligi, dilanjutkan meninjau pemasangan batu gajah atau batu grip pencegah abrasi atau pengikisan pantai Muara Batang Ampu, Jorong Pondok Nagari Sasak.

"Ini bukan proyek siluman. Kita anggarkan di DPRD Provinsi Sumbar sebanyak Rp. 5,6 miliar. Untuk tahun 2022 ini ada dua titik, yakni di Karambia Ampek dan Suak Maligi. Ke depannya Kita anggarkan lagi, karena masih ada beberapa titik lokasi yang terancam abrasi pantai. Begitu juga pembangunan akses jalan kita anggarkan di tahun 2023 nantinya," ujar Ketua Komisi lV Zulkenedi Said didampingi H. Rommy Candra di Sasak, Sabtu (19/11/2022).

Politisi Partai Golkar asal Maligi Pasbar ini menjelaskan, pembangunan seawall merupakan bagian program pembangunan jalan pantai barat yang sudah masuk dalam RPJMD Provinsi Sumbar tahun 2021 - 2026 dari Air Bangis, Pasaman Barat ke Tiku, Kabupaten Agam.

"Dari keterangan kontraktor Putra Sulung dan Dinas PSDA, progres pembangunan seawall dengan box covert di titik Muara Suak sudah 70 persen dan Muara Tanjung Karambia Ampek Pondok masih pemasangan batu. Proyek ini merupakan pembangunan mengatasi abrasi pantai yang sudah terjadi sejak dahulu dan sangat rentan terhadap ancaman abrasi yang semakin hari mendekati pemukiman warga, namun selama ini belum tertangani baik oleh Pemkab Pasbar maupun Pemprov Sumbar," pungkasnya.

Lebih lanjut Zulkenedi mengutarakan dengan dibangunnya seawall ini akan memperlancar arus perhubungan masyarakat setempat, sehingga akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat pedesaan dan jangka panjang akan berdampak juga dalam mengurangi angka kemiskinan.

"Kita sama-sama ketahui, pantai Sasak terkenal dengan destinasi wisata pohon seribu. Di samping ramai dikunjungi, tentunya harus dirawat agar nantinya tidak terjadi abrasi. Dengan seawall ini juga akan menambah keindahan pantai ini nantinya," ucapnya.

"Berdasarkan peninjauan yang kita lakukan di sekitar Karambie Ampek ini, abrasi yang terjadi sekitar 300 meter berdampak terhadap 2 Kepala Keluarga (KK). Selain di titik ini, di sekitar Muaro juga terjadi abrasi. Pemasangan batu grip dalam proses pembangunan untuk mengantisipasi meluasnya abrasi ini. Kami berharap, proyek pembangunan Sea Wall ini terealisasi dengan baik," jelasnya.

Zulkenedi berharap, semua pihak mendukung dan memantau pembangunan sesuai perencanaan yang telah dirancang dengan baik.

"Kita minta pada rekanan kontraktor (CV. Putra Sulung, Red) untuk mempercepat penyelesaian proyek ini dengan maksimal, karena program ini juga mengawali pembangunan jalan pantai barat dari Air Bangis ke Tiku yang direncanakan pada APBD 2023. Sembari menunggu Amdal dan masyarakat setempat mengizinkan untuk dibangun jalan penghubung pesisir dua kabupaten ini," serunya.

Sementara tokoh masyarakat setempat, Pak Boy sangat berharap pembangunan seawall ini bisa selesai di akhir tahun 2022 ini, karena sejak lama diinginkan masyarakat.

"Baru saat ini bisa dibangun box covert penahan ombak sekaligus jembatan di Suak. Selama ini jika Suak bubuih, kami dari Maligi atau dari Sasak tidak bisa melewati jalan pasir ini, terpaksa melewati jalan perusahaan sawit yang menempuh jarak 40 kilometer. Hal ini menyulitkan kami selama ini," kenangnya.

"Kami atas nama masyarakat sangat berterima kasih kepada Zulkendi Said sebagai putra daerah sangat peduli dengan pembangunan Pasbar, khususnya pembangunan pantai Sasak dan Maligi," ujar Pak Boy.

"Kita berharap ke Pemprov Sumbar bisa memberikan anggaran yang cukup untuk bisa menyelesaikan pembangunan seawall ini ke depannya," katanya mengakhiri.

(*/dolop)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



Adsense



×
Berita Terbaru Update