Budidaya Ikan Kerapu Sumbar Bisa Tingkatkan Ekonomi Nelayan Rp 2 Juta per Bulan
×

Adsense

Adsense Mobile

Budidaya Ikan Kerapu Sumbar Bisa Tingkatkan Ekonomi Nelayan Rp 2 Juta per Bulan

Sabtu, 12 November 2022 | 19.00 WIB Last Updated 2022-11-12T12:27:15Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Desniarti tinjau jaring apung untuk budidaya ikan kerapu
Kepala Dinas DKP Sumbar, Dr. Desniarti bersama Pejabat Utama Dinas DKP, tinjau jaring apung untuk budidaya ikan kerapu. (f/ist)

PADANG, Mjnews.id - Pembudidayaan ikan Kerapu mampu meningkatkan ekonomi nelayan Rp 2 juta perbulan. 

Ungkapan ini dikemukakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Dr. Desniarti ketika dijumpai awak media ini di sela kesibukannya, beberapa waktu lalu. 

Desniarti membeberkan, program sukses mengangkat derajat ekonomi masyarakat menjadi naik setara dengan support berpenghasilan lumayan ini dapat pula para ibu rumah tangga bisa terlibat langsung menyokong ekonomi keluarga melalui ikut mencincang ikan runcah buat bahan pakan ikan kerapu, katanya. 

"Terdapat dua program untuk membantu perekonomian masyarakat dalam mengembangkan ikan kerapu di Sumbar," imbuhnya. 

Program tersebut yakni pelatihan teknis budidaya ikan kerapu dan bantuan sarana usaha budidaya ikan kerapu. Bantuan sarana usaha budidaya ikan kerapu tersebut berupa KJA, HDPE, benih ikan kerapu, pakan dan vitamin. 

Pelatihan ikan kerapu telah membantu perekonomian masyarakat dan menjadikan Sungai Nipah menjadi salah satu sentra budidaya ikan kerapu. Pada awalnya masyarakat di Sungai Nipah hanya berprofesi sebagai nelayan, dengan adanya program bantuan budidaya ikan kerapu kesejahteraan masyarakat dapat meningkatkan, sebutnya pula. 

"Selain dijual, ikan hasil tangkapan nelayan dapat dijual sebagai pakan runcah untuk ikan kerapu yang dibudidayakan," jelasnya. 

Kisaran tambahan pendapatan masyarakat melalui budaya ikan kerapu dari Rp 1,5 juta sampai dengan Rp 2 juta per petak per bulannya.

"Sampai tahun 2022 ini, telah terdapat 16 kelompok pembudidaya ikan kerapu di Sungai Nipah Pesisir Selatan. Istri nelayan pun dapat membantu suaminya memotong dan mencincang ikan untuk pakan runcah ikan kerapu," support Kadis DKP Sumbar, Desniarti ketika bincang sore saat ditandangi awak media ini di kantornya. 

Lanjutnya, pada tahun 2022 kelompok pembudidaya ikan ini, penerima bantuan ikan kerapu berupa benih kerapu, vitamin dan pakan. Kelompok penerima bantuan tersebut berada di Kota Padang 1 kelompok yang berlokasi di Teluk Buo, 6 kelompok pembudidaya ikan berada di Pesisir Selatan, dan 5 kelompok pembudidaya ikan di Batang kapas Pesisir Selatan, dan 1 kelompok pembudidaya ikan di Sungai Pinang Kota Padang, sambungnya, lagi. 

"Ragam jenis bantuan yang diterima kelompok budidaya, 1 kelompok menerima bantuan KJA, benih kerapu, pakan dan vitamin, 3 kelompok menerima waring, benih kerapu, pakan dan vitamin, serta 3 kelompok menerima bantuan benih kerapu, pakan dan vitamin," rinci Desniarti. 

Di Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai terdapat 2 kelompok pembudidaya ikan yang menerima bantuan benih ikan kerapu, pakan dan vitamin. 

Disebutkannya, paket bantuan tahun 2022 yang diterima kelompok pembudidaya ikan kerapu berupa keramba HDPE sebanyak 1 unit, waring 6 unit, benih kerapu Bebek 12 ribu ekor, benih ikan kerapu cantik 11 ribu ekor lebih, pakan 13 ribu kilogram, dan vitamin 375 bungkus. 

"Peluang pasar ikan kerapu saat ini cukup besar dan meningkat sepanjang tahun. Sehingga prospek budidaya ikan kerapu sangat besar kedepannya," info Kadis DKP Sumbar yang akrab disapa Bundo bagi awak media. 

Lanjut, Bundo juga, Sumbar memiliki potensi yang cukup besar untuk budidaya ikan laut khususnya jenis ikan kerapu. 

Luas potensi lahan budidaya laut di Sumbar mencapai 323.524 hektar yang telah ter manfaatkan seluas 50 hektar ikan kerapu merupakan salah satu komoditi unggulan hasil budidaya laut dari negara tujuan utama adalah Hongkong. Ikan kerapu diekspor dalam kondisi hidup diangkut melalui kapal laut dan pesawat udara. 

Volume eksport ikan kerapu meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2019 eksport ikan kerapu sebanyak 61.30 ton, tahun 2020, 60.75 ton, dan tahun 2021, 156.76 ton. 

Ditambahkannya, harga jual empat jenis ikan kerapu bebek jenis ikan kerapu termahal di pasaran harga berkisar Rp 250 ribu sampai dengan Rp 500 ribu per kilogram, kerapu Macan harga berkisar Rp 90 ribu sampai dengan Rp 130 ribu perkilogram, kerapu cantik harga berkisar Rp 100 ribu sampai dengan Rp 150 ribu perkilogram, dan kerapu centang harga berkisar Rp 200 ribu sampai dengan Rp 300 ribu per kilogram. 

Dijelaskan, terdapat 4 sentra budidaya ikan kerapu di Sumbar, masing-masing di Pesisir Selatan, yakni Mandeh, Sungai Nipah, Sungai Bungin, dan Sungai Nyalo. 

Di Kota Padang terdapat 1 budidaya kerapu di Teluk Buo Bungus Telukkabung, di Sikakap Kepulauan Mentawai, di Pulau Panjang Pasaman Barat (Pasbar). Terdapat pula 3 kelompok besar pembudidaya ikan kerapu, pertama di Mentawai 3 kelompok, Pesisir Selatan 30 kelompok, dan di Kota Padang 1 kelompok. 

Sedangkan jumlah keramba jaring apung atau KJA di Pesisir Selatan sebanyak 1.584 lobang, Mentawai sebanyak 272 lobang, dan Kota Padang sebanyak 52 lobang. 

"Terkait ini juga terdapat 2 pengusaha besar kerapu di Sumbar yakni perusahaan CV Andalas Samudera, dan PT Dempo Fuyang di Mandeh Pesisir Selatan," pungkasnya.

(obral caniago)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update