Cuaca Buruk Hambat Distribusi Pangan, Gus Muhaimin Tawarkan Solusi Ini

Gus Muhaimin 2
Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin). (f/ist)

JAKARTA, Mjnews.id – Cuaca buruk dan fenomena gelombang tinggi berimbas pada terhambatnya penyaluran dan distribusi bahan pangan di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di wilayah kepulauan, terpinggir dan terluar.

Atas dasar itu, Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mendorong pemerintah untuk segera mencari solusi agar pasokan kebutuhan pokok ke wilayah-wilayah tersebut tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kondisi sekarang memang dilematis, cuaca buruk dan gelombang tinggi tidak bisa dihindarkan yang membuat distribusi pangan jadi terhambat, terutama ke wilayah kepulauan. Saya kira pemerintah harus segera mencari solusi dan memastikan pasokan pangan aman,” kata Gus Muhaimin di Jakarta, Kamis (29/12/2022).

Baca Juga  Bahas Revisi UU Statistik Bersama BPS, Sultan Usulkan Sensus Dilaksanakan Setiap 5 Tahun

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyarankan pemerintah pusat dan daerah untuk mengintensifkan koordinasi perihal persoalan tersebut.

Di sisi lain Gus Muhaimin juga mendorong pemerintah daerah dalam menangani masalah pangan dapat melakukan optimalisasi koordinasi sekaligus kerja sama dengan daerah lain.

“Kuncinya koordinasi antar pemerintah, baik pusat maupun daerah. Pusat harus lebih intensif cek kebutuhan-kebutuhan di daerah terutama yang di kepulauan, terpinggir dan terluar. Prioritaskan mereka dalam distribusinya,” tutur Gus Muhaimin.

Gus Muhaimin berkata, koordinasi antardaerah berperan memangkas jalur distribusi penyediaan pangan, terutama saat dilanda cuaca buruk seperti saat ini.

Baca Juga  Daswip Petra Fasilitasi Guru Silek se Solok Raya Ikut Bimtek di Bukittinggi

“Jadi kerja sama antardaerah amat sangat penting, juga mengurangi risiko inflasi komoditas pangan karena suplai yang sama dari daerah lain bisa dikontrol,” ujar Gus Muhaimin.

“Poin pentingnya adalah gotong royong, dengan begitu dapat menjaga ketersedian pangan, stabilisasi harga, dan juga bisa menguntungkan bagi daerah lain yang butuh,” sambungnya.

(eki)