Bupati Agam Raih Anugerah Kebudayaan PWI 2023

Bupati Agam berhak terima Trofi Abyakta
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (ProKP) Setda Agam, Khasman Zaini terima dokumen keputusan tim juri bahwa Bupati Agam berhak terima Trofi Abyakta, Rabu (4/1/2023) malam. (f/acm)

Jakarta, Mjnews.id – Bupati Agam, H. Andri Warman akhirnya dinyatakan layak terima Trofi Abyakta, Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (AK-PWI) 2023. Demikian Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (ProKP) Setda Agam, Khasman Zaini, SE, MPA Rabu (4/1/2023) malam.

Dikatakan, Andri Warman dinyatakan layak menerima anugerah setelah dewan juri AK-PWI 2023 menilai presentasi dan ekspose video aktivitas kebudayaan yang diusung.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Barusan ba’da Isya kami menerima dokumen keputusan tim juri yang menyatakan bahwa bupati berhak menerima Trofi Abyakta,” sebutnya.

Atas keputusan tim juri itu, lanjutnya, Andri Warman bakal menjadi tamu spesial pada pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 yang bakal diselenggarakan di Medan pada Februari mendatang.

Baca Juga  Mobil Pengawalan Uang Bank Terguling di Jalan Lintas Batang Gasan

“Insya Allah, Bupati akan menerima trofi abyakta ini pada momen HPN 2023 di Medan,” tutur Khasman.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari menyampaikan bahwa AK-PWI ini digelar sebagai bentuk apresiasi kepada sosok para bupati/wali kota yang dinilai sukses menginovasi pangan, sandang ataupun papan, berbasis kebudayaan atau kearifan lokal.

“Hal ini penting, untuk menuju pangan yang berswasembada, sandang yang berkepribadian dan papan yang selaras dengan alam dan lingkungan,” ucapnya saat membuka tahapan penjurian 10 nominator penerima anugerah, Selasa (3/1/2023).

Baca Juga  Gubernur Sumbar Optimis Stunting Turun 11 Persen di 2024

Tim juri AK-PWI tahun ini terdiri dari sejumlah nama besar di bidang jurnalistik, seni dan kebudayaan seperti Agus Dermawan T, Atal S Depari, Ninok Leksono, Nungki Kusumastuti, dan Yusuf Sosilo Hartono.

(amc/jef)