Lapas Kelas IIA Bukittinggi Berikan Sarana Asimilasi Edukasi kepada WBP

Lapas Kelas IIA Bukittinggi gelar jumpa pers
Lapas Kelas IIA Bukittinggi gelar jumpa pers di Hotel Mercy Bukittinggi, Senin 02 Januari 2023. (f/siti aisyah)

BUKITTINGGI, Mjnews.id – Dalam rangka refleksi capaian kinerja tahun 2022 dan resolusi tahun 2023, Lapas Kelas IIA Bukittinggi gelar jumpa pers di Hotel Mercy Bukittinggi, Senin 02 Januari 2023.

Kepala Lapas, Marten, Bc. Ip, SH didampingi Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Partomuan, SH. M.Si, Kasi Binapik Nova Herman, SH, Kasi Kegiatan Kerja Fazni Aziz, S.Sos. M.H dan Kepala KPLK Joni Apsul, SH. dan Ketua PWI Kota Bukittinggi, H. Anasrul.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam eksposnya, Kalapas Marten menyampaikan, tugas dan fungsi Lapas Kelas IIA Bukittinggi yaitu melakukan pembinaan Narapidana/anak didik, memberikan bimbingan mempersiapkan dan mengelola hasil kerja, melakukan bimbingan dan kerohanian narapidana/anak didik, melakukan pemeliharaan keamanan dan tata tertib lapas serta melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga.

Dari tugas dan fungsi tersebut, Kepala Lapas berusaha memberikan layanan yang terbaik untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Selanjutnya Marten juga menyampaikan, jumlah pengisi Lapas Kelas IIA saat ini sebanyak 614 orang. “Isi dalam lapas berdasarkan hasil data 29 Desember 2022, Narapidana 564 orang, tahanan 50 orang dan jumlah dalam lapas sebanyak 614, dengan sebanyak ini kita juga mengalami over kapasitas dimana kapasitas lapas kelas IIA 242 orang,” jelasnya.

Baca Juga  Gubernur Sumbar: Sehat Itu Tidak Harus Mahal

Marten juga menyampaikan capaian indikator kinerja tahun 2022 tercapai sangat baik terlihat dari persentase sesuai bidangnya.

“Persentase dengan target 75 persen, terealisasi 100 persen pemenuhan layanan makanan bagi Tahanan atau Narapidana/ sesuai dengan standar telah memenuhi layanan makanan bagi Tahanan /Narapidana sesuai dengan standar Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Pemuda Kelas IIA Bukittinggi, dengan target yang telah direncanakan pada DIPA,” katanya.

Persentase Tahanan /Narapidana/Anak mendapatkan layanan kesehatan (preventif) secara berkualitas. Warga Binaan rata-rata per triwulan yang mendapatkan layanan kesehatan orang dibagi rata-rata jumlah narapidana dengan target 93 persen dan terealisasi 120 persen.

“Meningkatnya Pelayanan Perawatan Narapidana/Tahanan/Anak, Pengendalian Penyakit Menular dan Peningkatan Kualitas Hidup Narapidana. Persentase tahanan/narapidana lansia yang mendapatkan layanan kesehatan sesuai standar
telah memberikan pelayanan kepada Warga Binaan Lansia sebanyak orang dengan sangat baik, persentase 80% terealisasikan 100 persen,” ujar Kalapas.

Baca Juga  Gubernur Sumbar Luncurkan Green School di Sijunjung

Sementara itu, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) juga diberikan kegiatan Sarana Asimilasi Edukasi (S.A.E) yang menghasilkan karya kreatif. Kegiatan yang dilakukan WBP yakni keterampilan menjahit jas hujan warga binaan merupakan program pembinaan kemandirian di Lapas. Hasil karya unggulan warga binaan Lapas berupa pembuatan jas hujan. Selain itu para pemesan bisa request desain atau gambar sendiri sesuai dengan model pesanan.

Kemudian hasil karya bengkel las dan kayu. Kegiatan Kemandirian pada bagian bengkel terdapat bengkel las dan perkayuan merupakan program kegiatan keterampilan pembinaan untuk warga binaan yang mempunyai keahlian di bidang pengelasan dan perkayuan, sehingga mereka dapat menyalurkan kegiatan mereka di bengkel las dan perkayuan kegiatan kerja.

Selanjutnya Ketua PWI Bukittinggi, H. Anasrul berikan apresiasi kepada Lapas Kelas IIA dan rekan-rekan media sudah membangun hubungan kerja sama yang baik.

“Sejak 3 tahun terakhir, mitra kerjasama antara wartawan dengan Kepala Lapas sangat berjalan dengan akrab, dan kita juga mengharapkan ini bisa berjalan untuk seterusnya,” ujar Anasrul.

(Aii)