Taufik Ajak Petani Kembali Gunakan Pupuk Organik

Mochamad Taufik (55), warga Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, saat mengaplikasikan Probiotik pupuk organik
Mochamad Taufik (55), warga Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, saat mengaplikasikan Probiotik pupuk organik. (f/ist)

Purworejo, MJNews.id – Ketergantungan petani terhadap pupuk dan obat kimia mengakibatkan hampir semua produk pertanian memiliki kandungan kimia yang cukup tinggi dan akan berdampak pada kesehatan manusia.

Salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan potensi alam yang ada di lingkungan yang kita olah untuk mengatasi masalah sektor pertanian, juga peternakan dan yang lebih utama bisa menekan biaya produksi para petani.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejatinya, masalah hama pada tumbuhan bisa dikendalikan dengan menggunakan rempah-rempah atau ramuan alam dan tidak harus menggunakan kimia, sehingga akan lebih aman dan sehat hasil yang diperoleh.

Kebanyakan petani saat ini mengeluh dengan biaya olah tanah yang sangat tinggi, belum juga mahalnya harga pupuk dan obat obat kimia, menjadi kendala petani dalam mengolah tanahnya.

Sarana irigasi yang buruk,juga menjadi masalah tersendiri bagi para petani, sehingga hasil yang diperoleh tidak sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.

Baca Juga  Dana RTLH Tak Bisa Cair, Ribuan Warga Miskin Kepung Kantor Bupati Purworejo

Mochamad Taufik (55), warga Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, ditemui awak media saat mengaplikasikan Probiotik pupuk organik, mengajak para petani untuk menggelorakan gerakan pemakaian Probiotik Pupuk Organik (PPO) berbahan rempah-rempah untuk tanaman padi, buah dan sayuran juga binatang ternak.

Disebutkan tanaman padi, buah dan sayuran yang di semprot menggunakan Probiotik Pupuk organik akan terhindar dari serangan virus, bakteri dan hama lainnya.

“Probiotik Pupuk Organik di buat dengan maksud para petani dalam mengolah tanahnya tidak mahal, karena tidak perlu banyak obat semprot maupun pupuknya Cukup “SATU OBAT UNTUK SEMUA,” jelas Taufik.

Berkat ketekunan dan hubungan pertemanan yang luas, pada akhirnya apa yang menjadi cita-citanya untuk mengembalikan unsur rempah-rempah ke berbagai tanaman melalui obat semprot kini mulai terlihat.

“Obat semprot yang ditawarkan murni organik, padi yang terserang virus dan bakteri akan terlihat hasilnya setelah tiga hari disemprot PPO. Tanaman cabe dan sayuran yang terserang bakteri kerdil atau bulu daunnya perlahan akan pulih dan berbuah kembali,” imbuhnya.

Baca Juga  Antisipasi DBD, Warga Bojong Krandegan Fogging Lingkungan

“Ajakan untuk kembali dari alam untuk alam, dan kembali lagi ke alam sudah dia lakukan selama tiga tahun lebih, agar tanah kembali sehat,” tuturnya.

“Selain ramuan untuk padi, buah dan sayuran, cairan probiotik pupuk organik juga baik untuk ternak dan unggas agar sehat dan menghilangkan bau amoniak kotoran hewan,” tambahnya.

Cara perawatan tanaman dinilai lebih ekonomis dibanding menggunakan pupuk kimia, karena murah dan mudah didapat. Ramuan tersebut tidak membunuh hama, tetapi hanya mengusir hama, dan akan melindungi tanaman dari serangan virus, jamur dan bakteri. Hama tidak akan memakan tanaman yang telah disemprot menggunakan ramuan Probiotik Pupuk Organik,” pungkasnya.

(fix)