Awas, Jerat Asusila Bermodus Pacaran

siswa SMA
Ilustrasi.

PADANG, MJNews.id – Bermula dari pacaran. Kemudian, rasa cinta diujikan. Kehormatan pun diberikan. Sayang, si gadis masih di bawah umur. Kasus asusila bermodus pacaran ini pun berakhir di kantor polisi.

Kejahatan asusila terhadap anak di Sumbar seperti tak ada habis-habisnya. Tiap hari, ada saja gadis belia yang jadi korban. Parahnya lagi, kejahatan itu dilakukan oleh orang terdekat, terutama yang mengaku sebagai pacar.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pacaran menjadi modus bagi para panjahat susila untuk mencari korban gadis di bawah umur. Generasi bangsa ini sedang terancam masa depannya.

Baca Juga  Ditangkap Polisi, Pencuri Handphone Ternyata Masih Sepupu Korban

Saat ini, pacaran menjadi pola laku yang lazim di kalangan remaja. Padahal, inilah jerat awal terjadinya kejahatan susila.

Lela, seorang ibu rumah tangga mengaku sangat ketat mengawasi pola pacaran anak-anaknya. Ia memberikan persyaratan ketat, untuk menjaga anak-anak untuk menjaga auratnya,” kata Weni, orang tua lainnya.

Weni mengaku tidak mengizinkan anaknya pacaran. Bahkan ia mewanti-wanti, jika sudah berani pacaran, berarti siap nikah. “Kalau tak siap nikah, jangan pernah pacaran,” jawabnya.

Baca Juga  Polres Pessel Ungkap Dua Kasus Narkotika, Empat Tersangka Ditahan

Alhamdulillah semua anaknya patuh. Tak ada yang berani pacaran terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Kalau sembunyi pun pasti dia tahu.

Sementara Lia, seorang siswi SMA mengaku sangat menghindari pacaran. Baginya pacaran tidak ada manfaatnya, hanya buang-buang waktu saja.

“Saya kasihan dengan teman-teman yang pacaran, kehidupannya seperti orang yang sudah menikah. Mereka marah-marahan, berbuat dosa, dan lainnya,” katanya.

Sebagian temannya, ada yang dari marabahaya. “Pokoknya tidak ada izin keluar malam. Jika mau berkunjung ke rumah, hanya boleh sampai pukul 21.00 WIB,” katanya.