Dari Hearing Komisi IV DPRD Padang, Nakes yang Tangani Pasien Covid-19 Belum Sepenuhnya Terima Insentif

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 1 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.204 229 27.500 647
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Dari Hearing Komisi IV DPRD Padang, Nakes yang Tangani Pasien Covid-19 Belum Sepenuhnya Terima Insentif

Senin, 15 Februari 2021 | 19:02 WIB Last Updated 2021-02-15T17:55:07Z
Komisi IV DPRD Padang menggelar hearing bersama Dinas Kesehatan terkait masih ada tenaga kesehatan yang belum menerima insentif, Senin (15/2/2021). (ist)

MJNews.id - Seluruh tenaga kesehatan (Nakes) RSUD dan Puskesmas yang terlibat dalam melayani penanganan pasien Covid-19 saat ini belum sepenuhnya menerima insentif.


Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Padang, Feri Mulyani Hamid saat melakukan hearing dengan Komisi IV DPRD Padang di Gedung DPRD Padang, Senin (15/2/2021) dipimpin Ketua Komisi IV Azwar Siry.


Dalam kesempatan itu, Az war Siry mempertanyakan soal pembayaran insentif tersebut, karena banyak keluhan tenaga kesehatan yang sampai kepadanya. 


“Agar persoalan ini terang benderang dan bisa dicarikan solusinya, makanya kita sengaja menggelar hearing dengan Dinas Kesehatan,” kata Azwar Siry.

Feri Mulyani Hamid menjelaskan, insentif yang belum dibayarkan tersebut adalah insentif September, Oktober, November dan Desember di tahun 2020,” ucapnya.


Feri Mulyani Hamid menjelaskan, insentif yang telah dibayarkan kepada petugas medis yang terlibat dalam penanganan pasien Covid-19 sebanyak Rp11 miliar lebih, dengan rincian Rp4 miliar telah diterima RSUD dr. Rasyidin dan sisanya untuk tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Padang dan nakes yang menangani pasien Covid-19 di puskesmas.


“Untuk dokter spesialis dibayarkan Rp15 juta, dokter umum Rp10 juta, perawat dan bidan Rp7,5 juta, dan tenaga lainnya Rp5 juta. Perhitungannya, jika nakes tersebut aktif 10 hari, dan hari kerja yang dihitung sebanyak 22 hari, maka perhitungannya untuk tenaga medis di puskesmas perhitungannya 10/22 x 5 juta,” ucapnya.


Feri Mulyani Hamid menjelaskan dana insentif nakes yang bekerja menangani pasien Covid-19 berasal dari dana APBN. 


“Sisa insentif di tahun 2020 yang belum dibayarkan akan dibayarkan di tahun 2021,” jelasnya.


Wakil Ketua DPRD Padang Ilham Maulana dalam kesempatan tersebut menjelaskan juga pertemuan dengan Dinkes Kota Padang ini dilakukan karena ada laporan dari nakes yang tidak menerima insentif.


“Ternyata, terjadi kekurangan insentif yang belum dibayarkan. Solusinya akan dilakukan pembayaran yang diambil dari dana insentif daerah (DID) dan Dana Alokasi Umum (DAU),” ucapnya.


(bim)

×
Berita Terbaru Update