Aduh! 30 Juta UMKM Bangkrut Selama 2020

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 13 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
33.227 349 31.051 722
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Aduh! 30 Juta UMKM Bangkrut Selama 2020

Sabtu, 27 Maret 2021 | 10:00 WIB Last Updated 2021-03-27T12:42:10Z
Ikhsan Ingratubun.

MJNews.id - Pandemi Covid-19 telah memukul bisnis pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kurang lebih 30 juta UMKM bangkrut selama 2020.


Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Ikhsan Ingratubun mengatakan hal itu membuat jumlah UMKM menyusut dari 2019 sebanyak 64,7 juta unit menjadi tinggal 34 juta unit di 2020. Pekerja juga terpaksa mengalami pengurangan sebanyak 7 juta orang.


“2020 memang apa boleh buat ya menyedihkan, sekitar 30 juta UMKM bangkrut terutama usaha-usaha mikro. Pekerja informal pulang kampung, kita rumahkan karena banyak yang bangkrut, akhirnya kita catat sebanyak 7 jutaan pekerja informal UMKM yang kehilangan pekerjaan,” katanya dalam pelatihan wartawan BI secara virtual bertajuk ‘Mendorong Digitalisasi Keuangan dan UMKM untuk Pemulihan Ekonomi Nasional’, Jumat 26 Maret 2021.


Pada 2019 UMKM sempat memberikan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 60%. Namun di 2020 pencapaian itu tidak bisa kembali dilakukan karena pandemi Covid-19.


 “Kontribusi PDB juga yang sebelumnya di 2019 dari UMKM memberikan kontribusi kepada negara sekitar 60%, tapi di 2020 kami nggak mampu karena nggak mampu bertahan karena UMKM hanya mampu bertahan sekitar 2-3 bulan untuk usaha mikro,” terangnya seperti dikutip detikFinance.


Ikhsan menyebut UMKM yang paling banyak gulung tikar adalah di sektor pariwisata karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). “Pada saat mulai PSBB banyak restoran-restoran yang akhirnya lumpuh, gulung tikar. Jadi yang paling besar itu sektor pariwisata yang sampai saat ini belum bisa bangkit,” tuturnya.


Meski begitu, dia menyebut bantuan pemerintah selama pandemi Covid-19 di sektor UMKM sudah sangat membantu para pelaku usaha terutama adanya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 11 Tahun 2020 tentang Relaksasi atau Restrukturisasi Pembayaran Hutang, dan Bantuan UKM Rp 2,4 juta yang tahun ini direncanakan cair lebih kecil yakni Rp 1,2 juta.


Meski sudah bangkit dari kondisi terpuruk Covid-19, sektor UMKM diakui belum pulih 100%. Namun Ikhsan senang karena harapan UMKM untuk berusaha semakin besar, terlebih saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta untuk cintai produk dalam negeri dan benci produk asing.


“Wah ini kita senang benar, kami ada harapan bahwa Ini statement yang membuka peluang besar bagi UMKM untuk berusaha,” imbuhnya.


(*/dtc)


loading...



×
Berita Terbaru Update