Antisipasi Bahaya Kebakaran, Komunitas Peduli Api Nagari Duo Koto Cek Jaringan Pipa Hydrant

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 22 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
35.202 433 32.188 762
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Antisipasi Bahaya Kebakaran, Komunitas Peduli Api Nagari Duo Koto Cek Jaringan Pipa Hydrant

Rabu, 10 Maret 2021 | 18:45 WIB Last Updated 2021-03-10T12:02:32Z

MJNews.id - Untuk mengantisipasi bahaya kebakaran, Komunitas Masyarakat Peduli Api (KMPA) bersama dengan Perangkat Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, memeriksa jaringan pipa hydrant di lingkungan padat penduduk di nagari tersebut, Selasa (9 Maret 2021).


Kegiatan ini dilakukan, untuk memudahkan becak motor pemadam kebaran (Bentor Damkar) KMPA mengakses sumber air di lingkungan padat penduduk, jika terjadi musibah kebakaran.


Sekretaris Nagari (Sekna) Duo Koto, Abdul Fajri, mengatakan, Jaringan pipa hydrant telah terkoneksi dengan jaringan instalasi air di setiap rumah warga. “Kami melakukan pengecekan apakah pipa hydrant tersebut berfungsi dengan baik, agar nanti ketika terjadi musibah kebakaran kita tidak kocar-kacir,” ujarnya.


Sebagai informasi, becak motor pemadam kebakaran (Bentor Damkar) yang diberi nama Motor Pintar yang merupakan buah karya Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Petir, Nagari Duo Koto, dengan inovatornya Hendra Syafri M.PD.T. dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat Nagari Duo Koto dan sekitarnya bila terjadi musibah kebakaran ataupun banjir bandang di daerah tersebut.


Berhasilnya perakitan motor pintar ini tidak terlepas dari peran Anggota DPD RI dari Sumatera Barat, Muslim M. Yatim yang mengarahkan dan mendukung penuh secara moril dan materil.


Sejak dilaunching 26 Agustus 2020 lalu, motor yang awalnya dioperasionalkan Tim Komunitas Siaga Bencana (KSB) Nagari Duo Koto ini telah berberapa kali “turun” membantu warga dalam menangani bencana yang terjadi, seperti longsor di Nagari Duo Koto yang terjadi (4 September 2020) dan kebakaran yang menghanguskan 7 bangunan di Pasar Maninjau pada (18 September 2020).


Untuk meningkatkan pelayanan dalam membantu masyarakat di Kecamatan Tanjung Raya, Nagari Duo Koto Membentuk Komunitas Masyarakat Peduli Api (KMPA) sekaligus posko Damkar yang siap terjun ke lapangan bila musibah kebakaran atau bencana lainnya menimpa di seputaran Danau Maninjau.



Wali Nagari Duo Koto. Joni Safri, mengatakan, lokasi Posko Komunitas MPA sengaja didirikan di pinggir jalan Raya Bukittinggi-Lubuk Basung tepatnya di Jorong Pasar Ahad (dekat Puskesmas Pasar Ahad), agar memudahkan mobilisasi motor Damkar bila bencana terjadi.


Sementara itu, Ketua Komunitas MPA. Yogi Firnanda Putra, didampingi Sekretaris Robi Nofrianto dan Bendahara Yandra Febriansyah, mengatakan, Komunitas MPA yang memiliki Posko Damkar di pinggir jalan raya ini siap untuk membantu masyarakat dalam menanggulangi bahaya kebakaran di seputaran Danau Maninjau atau di wilayah Kecamatan Tanjung Raya.


Bagi Masyarakat yang ingin melaporkan kejadian kebakaran, kata Yogi, silahkan menghubungi Nomor Hp 082178549013, 081267334959 dan 082169145565. Nomor tersebut stanby 24 jam melayani laporan masyarakat via telpon, SMS maupun Whatsap.


Sebagaimana diketahui, posisi Danau Maninjau atau Kecamatan Tanjung Raya yang berjarak sekitar 30 Km dari Lubuk Basung dan 36 Km dari Kota Bukittinggi. Bila terjadi musibah kebakaran, maka mobil Damkar yang poskonya berada di Lubuk Basung dan Kota Bukittinggi membutuhkan waktu lebih kurang 1 jam mencapai lokasi, tentunya hal ini membuat dampak kebakaran semakin meluas jika ditangani secara manual sambil menunggu datangnya mobil damkar. Makanya, keberadaan Motor Pintar dirasakan cukup membantu, menanggulangi kebakaran sambil menunggu datangnya mobil damkar dari Lubuk Basung dan Bukittinggi.


(Wb2kt/edY)


loading...



×
Berita Terbaru Update