80 Personel Dinas Perhubungan Solsel Jadi PAM di Persimpangan dan Sekolah

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
34.226 365 31.834 747
sumber: corona.sumbarprov.go.id


80 Personel Dinas Perhubungan Solsel Jadi PAM di Persimpangan dan Sekolah

Selasa, 06 April 2021 | 16:04 WIB Last Updated 2021-04-06T21:45:58Z
Sekretaris Perhubungan Erlangga Budi Pratama didampingi koordinator lapangan Afri Yendri di Padang Aro. (ist)

MJNews.id - Sekitar 80 personel Dinas Perhubungan Kabupaten Solok Selatan (Solsel) dijadikan pasukan Pengamanan Masyarakat (PAM) persimpangan dan sekolah sekolah di tujuh kecamatan.


Para pasukan penyelamat jalan raya yang masih berstatus Tenaga Harian Lepas (THL). Setiap pagi mereka sudah berdiri tegak mengatur arus lalulintas dan melakukan aksi penyeberangan anak-anak sekolah.


Terkadang dalam melaksanakan tugas itu, yang namanya di jalan utama dan jalan raya, semua orang yang lalu lalang ingin cepat dan selalu tergesa-gesa, tidak jarang petugas ini selalu mendapat ocehan dari warga pengendara.


Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Solok Selatan, Erlangga Budi Pratama di Padang Aro, Selasa 6 April 2021.


Erlangga yang didampingi Koordinator Wilayah Afri Yendri mengatakan, para personil ini memang sudah sejak tiga tahun yang lalu diposisikan di beberapa titik rawan keramaian diutamakan membantu anak-anak sekolah, mulai dari TK, SD hingga SLTA.


“Tujuannya, agar kenyamanan anak sekolah dan dijam sibuk sekolah tidak terjadi kemacetan, dan tidak menganggu arus lalulintas dan ini hanya inisiatif kami tanpa diminta oleh pihak sekolah,” jelasnya. 


Sekolah yang paling rawan itu berada di Sungai Pagu, seperti MAN Muaralabuh, MTsN, SD, dan SMKN1 Solok Selatan.


Diakui para personil ini kerjanya mulai dari pukul 06.30 WIB hingga anak-anak sekolah benar-benar sudah tidak ada lagi di luar.


Terkait mengenai jasa yang mereka terima memang jauh dari UMR, namun mereka tidak sekalipun yang patah arang. Pada intinya dari kegiatan ini bisa mengurangi angka pengangguran dan membuka lapangan kerja bagi putra asli daerah. 


(abg/ems)


loading...



×
Berita Terbaru Update