Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 23 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
49.500 598 45.602 1.143
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kota Padang Zona Orange, Shalat Idul Fitri di Rumah Saja

Senin, 10 Mei 2021 | 20:35 WIB Last Updated 2021-05-10T19:38:35Z
Walikota Padang, Hendri Septa.

MJNews.id - Pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 H dilakukan di rumah saja. Pemerintah Kota Padang menetapkan pelaksanaan shalat Idul Fitri tidak dilakukan di masjid, mushalla serta di lapangan. Hal ini mempertimbangkan Padang masih berada di zona orange penyebaran Covid-19 serta masih tingginya angka terkonfirmasi positif. 


“Dengan berat hati, pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 H nanti tidak dilaksanakan di masjid, musala maupun di lapangan terbuka. Akan tetapi di rumah saja,” kata Walikota Padang, Hendri Septa usai rapat terbatas dengan unsur Forkopimda Kota Padang di Rumah Dinas Walikota Padang, Senin 10 Mei 2021.


Keputusan bersama unsur Forkopimda ini diambil seiring dengan Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat beberapa waktu lalu. Dimana daerah yang berada di zona orange serta zona merah penyebaran Covid-19 meniadakan shalat Idul Fitri di masjid, musala, maupun lapangan terbuka.


“Sesuai SE Gubernur Sumbar, bahwa untuk daerah yang masih berada di zona orange dan merah, segala kegiatan seperti shalat Ied, baik di lapangan, masjid, dan musala, ditiadakan,” kata Hendri Septa. 


Hendri Septa mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat kepada 1.662 pengurus masjid dan mushalla di Padang. Diharapkan kebijakan ini dipatuhi dan dimaklumi.


“Kita akan mendatangi dan meminta pengurus masjid mematuhi. Yang terpenting pengurus masjid untuk patuh terkait imbauan dari surat edaran pemerintah,” ujar Hendri Septa.


Diharapkan kepada warga Padang agar memahami, dengan adanya kondisi seperti ini. Jangan sampai adanya kerumunan ini bisa membawa Kota Padang ke zona merah.

Hendri Septa mengatakan, pihaknya tidak menjamin soal kontrol protokol kesehatan terhadap 1.662 masjid dan mushalla di Padang, jika tetap melaksanakan solat Idul Fitri.


“Ibu-ibu, bapak-bapak, warga Padang kita tidak menginginkan seperti ini sebenarnya, tapi Kota Padang sudah berada di ambang aman dan mengkhawatirkan,” sebut dia.


Imbauan kepada masyarakat untuk shalat Idul Fitri di rumah saja akan terus dimasifkan kepada warga. Seluruh camat dan lurah diharapkan untuk dapat memberitahukan kepada seluruh warga melalui pengeras suara di rumah ibadah. Imbauan untuk shalat Ied di rumah saja juga disampaikan melalui media massa, serta melalui Mobil Info Kota (MIK) milik Dinas Kominfo Kota Padang.


Selain meniadakan pelaksanaan shalat Ied di rumah ibadah dan lapangan, Pemko Padang juga mengimbau kepada siapa saja untuk meniadakan pelaksanaan open house atau halal bi halal. Serta menutup seluruh objek wisata di Padang. 

“Objek wisata tidak dibolehkan buka pada lebaran dan libur lebaran kali ini,” kata Hendri Septa. 


“Mall juga tidak buka pas hari lebaran. Mall kan tutup jam 10 malam (hari biasa). Saya sudah jalan ke Plaza Andalas, semua pakai masker karena manajemen melarang,” katanya.


Pada Mei ini memang terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Padang. Hanya dalam rentang waktu sembilan hari, terhitung sejak 1-9 Mei, jumlah warga Padang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 734 orang. Jauh berbeda di awal Januari hingga April lalu. Dimana jumlah terkonfirmasi tidak setinggi di Mei. 


“Dikhawatirkan angka ini akan naik jika situasi lebaran Idul Fitri yang cukup panjang ini tidak kita kendalikan,” tutur walikota.


(prokompim pdg) 

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update