Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
48.817 603 44.887 1.120
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Pariaman Tergantung Status Zona Daerah

Kamis, 06 Mei 2021 | 17:45 WIB Last Updated 2021-05-06T20:42:51Z
Asisten I, Yaminurizal saat memimpin Rapat Persiapan Takbiran dan Shalat Idul Fitri 2021/1442 H di Ruang Rapat Walikota Pariaman, Kamis 6 Mei 2021.

MJNews.id - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021, Pemerintah Kota Pariaman melaksanakan Rapat Persiapan Takbiran dan Shalat Idul Fitri 2021/1442 H di Ruang Rapat Walikota Pariaman, Kamis 6 Mei 2021.


Rapat yang dipimpin oleh Asisten I, Yaminurizal mengungkapkan bahwa mengacu kepada Surat Edaran Kemendagri dan Surat Kapolri, zona kuning boleh melakukan shalat Idul Fitri 1442 H.


"Bila status zona tersebut menjadi acuan maka per hari Kamis 6 Mei 2021, hanya dua daerah di Provinsi Sumatera Barat yang dikategorikan zona kuning yakni Kota Pariaman dan Kabupaten Dharmasraya," ungkapnya.


"Sehingga yang boleh melaksanakan Shalat Idul Fitri secara terbuka yang difasilitasi oleh pemerintah itu hanya Kota Pariaman dan Kabupaten Dharmasraya," sambungnya.


Oleh sebab itu, Pemko Pariaman perlu melakukan persiapan dalam pelaksanaan takbiran dan shalat Ied ini. Untuk tempat yang dikoordinir oleh Pemko Pariaman, tempat pelaksanaan takbiran dilaksanakan di lobi Balaikota Pariaman dengan jumlah terbatas sedangkan shalat Ied akan dilaksanakan di Halaman Balaikota Pariaman dengan protokol kesehatan ketat.


"Namun bila status Kota Pariaman berubah menjadi orange atau bahkan merah, maka pelaksanaan takbiran dan shalat Ied di Kota Pariaman ditiadakan. Untuk itu, diharapkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dimana pun berada, agar perkembangan Covid-19 di Kota Pariaman tidak meningkat," tegasnya.


Imbau Perantau Tunda Pulang Kampung

Pemko Pariaman juga mengimbau perantau asal daerah itu yang berada di berbagai daerah di Indonesia untuk menunda pulang kampung selama lebaran guna mencegah penyebaran Covid-19.


“Ini merupakan imbauan kedua kami, tahun lalu kami juga mengimbau perantau tidak pulang kampung,” kata Walikota Pariaman, Genius Umar di Pariaman, Kamis 6 Mei 2021.


Ia mengatakan imbauan tersebut dibuat seiring dengan larangan pulang kampung yang diterapkan pemerintah untuk mengatasi penyebaran Covid-19.


Oleh karena itu, lanjutnya ia meminta perantau untuk memahami kondisi yang terjadi saat ini sehingga peraturan itu dikeluarkan pemerintah pusat. “Kami meminta perantau memahami tujuan baik pemerintah yaitu untuk melindungi masyarakat,” katanya.


Apalagi saat ini ditemukan kasus Covid-19. jenis baru yang perlu penanganan yang lebih agar tidak menyebar ke seluruh Indonesia termasuk Pariaman. Ia menyampaikan saat ini Pariaman berada di zona kuning yang posisinya berada terbaik di provinsi itu.


Sementara Kepala Polisi Resor Kota Pariaman, AKBP Deny Rendra Laksmana mengatakan pihaknya membentuk sejumlah pos untuk memeriksa kelengkapan surat izin perjalanan pengendara serta memeriksa kesehatannya. “Jika tidak memenuhi maka mohon maaf pelaku perjalanan diminta untuk kembali,” kata dia.


Pelaksanaan pos tersebut seiring dengan dilaksanakannya operasi Ketupat Singgalang yang dilaksanakan dari 6 sampai 17 Mei 2021. “Nanti personel gabungan akan menjaga pos itu secara bergantian selama 24 jam,” ujar dia.


(hms/aa)

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update