Dukungan agar Herman Sofyan Tetap Jadi Ketua DPRD Bukittinggi Berdatangan
×

Adsense

Adsense

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 25 September 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
89.110 1.501 85.502 2.107
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Dukungan agar Herman Sofyan Tetap Jadi Ketua DPRD Bukittinggi Berdatangan

Selasa, 14 September 2021 | 09:30 WIB Last Updated 2021-09-14T03:17:10Z

Amril Anwar
Ketua Pedagang Pasar Banto Amril Anwar.

BUKITTINGGI, MJNews.ID - Dukungan terhadap Herman Sofyan untuk tetap menjabat Ketua DPRD Bukittinggi mulai berdatangan. Tokoh masyarakat yang memberi dukungan kepada Herman Sofyan adalah Koordinator Aliansi Bukittinggi Peduli (ABP) Deny Setiadi dan Ketua Pedagang Pasar Banto Amril Anwar yang akrab disapa Am Katargo.

Sampai sekarang sudah 400 orang elemen masyarakat yang menandatangani penolakan pergantian Herman Sofyan sebagai ketua DPRD.

Dukungan dua tokoh tersebut disampaikan di hadapan anggota DPRD di kantor wakil rakyat tersebut, Senin 13 September 2021.

Baik Deny Setiadi maupun Amril Anwar disamping menyampaikan dukungan kepada Herman Sofyan untuk tetap menjadi ketua DPRD, juga mengkritisi prosesi terbitnya SK DPP Gerindra.

Pengusulan pergantian posisi ketua DPRD Herman Sofyan kepada Beny Yusrial sesuai SK Ketua DPP Gerindra Prabowo Subianto yang disampaikan kepada DPRD melalui Ketua DPC Gerindra Bukittinggi, Herman Safar juga Walikota Bukittinggi, baru-baru ini.

Kepada anggota DPRD, Amril Anwar mengatakan, Herman sofyan menjadi ketua itu, mengeluarkan keringat, pakai uang supaya ia bisa duduk.

"Jadi saya tidak senang kalau Herman Sofyan diganti, saya akan mengumpulkan seluruh kader partai Gerindra Bukittinggi untuk menandatangani petisi penolakan pergantian ketua DPRD Heman Sofyan," tegasnya.

"Saya juga meminta kepada emak-emak pedagang untuk mendukung penolakan pergantian Herman Sofyan walau tidak masuk kader Gerindra, mana yang setuju saja.Ssaya juga sudah berbicara dengan Pak Datuak (Gubernur Sumbar) yang kebetulan kami sama–sama satu kampung," katanya.

"Saya sampaikan, “pak Datuak tolong jangan ditandatangani pengusulan pergantian Herman Sofyan, karena masih ada kemelut yang belum diselesaikan". Ketua kemelutnya adalah saya sendiri, Amril Anwar yang sedang menyusun kekuatan 1000 orang untuk menandatangani petisi penolakan penggantian Herman Sofyan. Di Pasar Banto sudah ada 400 tanda tangan pedagang ditambah Pasar Aur Kuning,” ujar Amril Anwar yang juga kader Gerindra ini.

Kenapa saya sampaikan demikian, karena kalau Beni Yusrial memaksakan diri untuk menjadi ketua DPRD, berarti akan terjadi perpecahan di tubuh pPartai Gerindra Bukittinggi. Dis amping itu, rekomendasi yang diajukan tidak jelas. Saya melihat ada rekomendasi yang diindikasikan pemalsuan tanda tangan. Apakah Ketua DPP Gerindra Prabowo benar-benar setuju dan belum tentu Prabowo ini datang ke Bukittinggi, yang menjamu adalah Gubernur. 

Saya berharap pergantian Herman Sofyan, hendaknya DPRD juga harus menolak, kasihan kita dengan Herman Sofyan. Sekarang saya bersama Koordinator Aliansi Bukittinggi Peduli Deni Setiadi sedang membuat kekuatan untuk mengajukan surat kepada gubernur.

Nada hampir sama juga disampaikan oleh Kordinator Aliansi Bukittinggi Peduli Deny Setiadi yang menambahkan, dulu Ketika Beny Yusrial menjadi ketua DPRD, beberapa kali kami datang ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi dari pedagang, ada saja penolakan dari anggota DPRD.

"Tetapi sejak Herman Sofyan menjadi ketua DPRD, setiap kami datang ke rumah wakil rakyat langsung diterima, sehingga dalam penyampaian aspirasi kami dari pedagang merasa lega," tutur Deny Setiadi.

(ril)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update