Wako Bukittinggi Kesal Lihat Tumpukan Tanah Sisa Galian Drainase Ditumpuk di Depan Pertokoan
×

Adsense

Adsense Mobile

Wako Bukittinggi Kesal Lihat Tumpukan Tanah Sisa Galian Drainase Ditumpuk di Depan Pertokoan

Selasa, 26 Oktober 2021 | 22:09 WIB Last Updated 2021-10-26T15:09:00Z



Bukittinggi, MJNews.id - Wali Kota (Wako) Bukittinggi, Erman Safar merasa kesal menyaksikan tumpukan tanah sisa galian drainase primer yang menutupi akses menuju pertokoan di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Walikota Erman Safar langsung perintahkan Pelaksana Proyek Nunung Surjana untuk membersihkan tumpukan tanah yang menghalangi pertokan tersebut.

“Saya beri waktu dalam tempo satu hari tumpukan tanah sisa galian drainase primer harus diangkat dan harus bersih," tegasnya.

“Kasihan kita melihat pedagang tidak jual beli lantaran akses menuju toko mereka  tertutup dengan tumpukan tanah, bayangkan berapa kerugian yang dialami oleh pedagang. Jangan memikirkan diri sendiri fikir juga nasib pedagang," katanya.

Di samping itu, Walikota mengingatkan kepada pelaksana proyek untuk memasang pagar pengaman sepanjang galian drainase.

“Saya beri waktu 1 x 24 jam pagar tersebut sudah terpasang," ujar Walikota Erman Safar dengan tegas.

Kunjungan Walikota ke lokasi poryek drainase primer berada di jalan utama dalam Kota Bukittinggi bersama Pimpinan DPRD Bukittinggi didampingi Sekda dan Kepala Dinas PUPR, langsung turun ke lapangan melihat pekerjaan yang menelan dana Rp 12,9 miliar itu, Senin (26/10/2021).

Lebih kesalnya lagi, saat tiba di lokasi, Wali Kota bersama rombongan menerima keluhan masyarakat yang notabene pedagang di lokasi setempat. Dimana, hasil galian ditumpuk di depan toko dan menutup akses jalan.

"Kami sangat terkendala dengan pekerjaan ini. Sudah berapa hari ini material ada di depan toko kami. Bagaimana kami berjualan, orang tidak ada yang masuk karena jalan ditutup dan material ini ada di depan toko kami,” ungkap Nal, salah seorang pedagang di Jalan Perintis Kemerdekaan.

“Pemerintah sudah menganggarkan, agar pekerjaan berjalan maksimal, tidak ada kendala. Harusnya pelaksana bisa memikirkan juga tempat pembuangan material ini. Kalau bisa, setelah dibongkar, truck pengangkutnya, juga ada standby dan langsung membuang material ini. Jangan ditumpuk begini. Ini akan kami evaluasi segera. ” tegas Erman.

Senada dengan Wako, Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, juga meminta kepada pelaksana untuk segera membuang material yang ada di depan toko pedagang.

“Hal ini sangat merugikan. Ini pelaksana harus cepat untuk menyelesaikannya. Sekarang curah hujan tinggi. Kalau galian ini masuk ke toko pedagang, semakin banyak kerugian yang dirasakan pedagang,” ungkap Beny.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, Rusdy Nurman bersama Nur Hasra, juga meminta dengan tegas, kepada PUPR untuk memberi peringatan kepada pelaksana terkait pengamanan di sekitar lokasi pekerjaan.

“PUPR harus tegas soal ini. Jangan sampai banyak lagi korban. Kita lihat pengamanannya juga tidak maksimal. Jangan ada korban lagi,” tegasnya.

Nunung Nuryana, Pelaksana dari PT. Kinanta Bhakti Utama, menyampaikan, keluhan terkait galian yang ada di beberapa titik Jalan Perintis Kemerdekaan, pihaknya juga langsung membersihkan lokasi tersebut.

"Ini kita langsung bersihkan. Bisa kita lihat sekarang itu sedang dikerjakan. Kita harap warga bersabar. Kami juga terkendala cuaca,” ujarnya.

(Ril)

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update