PDAM Sijunjung Pasang Sambungan Baru 1.551 Pelanggan di 2022
×

Adsense

Adsense Mobile

PDAM Sijunjung Pasang Sambungan Baru 1.551 Pelanggan di 2022

Rabu, 07 September 2022 | 07.00 WIB Last Updated 2022-09-07T02:25:48Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Doni Novriedi
Dirut PDAM Kabupaten Sijunjung, Doni Novriedi. (f/ist)

Sijunjung, Mjnews.id - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sijunjung kebut pemasangan baru pada pelanggan sebanyak 1.551 buah rumah. 

Ungkapan ini dikemukakan Direktur Utama (Dirut) PDAM Kabupaten Sijunjung, Doni Novriedi ketika dijumpai awak media ini di ruang kerjanya, Senin 5 September 2022.

Menurutnya, program prioritas yang harus dikebut menjelang akhir tahun 2022 ini, pemasangan sambungan pada pelanggan baru sebanyak 1.051 sambungan yang ditargetkan selesai pada akhir September 2022, dan sebanyak 500 sambungan reguler yang akan selesai pada 31 Desember 2022.

Pemasangan sambungan baru sebanyak 1.051 unit pelanggan ke rumah penduduk bersubsidi yang merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

"Program subsidi itu dilaksanakan disemua kecamatan bagi pelanggan pemohon, dan Insya Allah semua pekerjaan itu sampai ini hari telah mencapai volume sekira 75 persen," ungkapnya. 

Lanjutnya, jadi, target kita tanggal 31 September tahun ini, diyakini sambungan ke rumah penduduk mencapai 100 persen. 

"Sehingga, setelah selesai sambungan baru sebanyak 1.051 ini, dan ditambah dengan sambungan reguler sebanyak 500 pelanggan, maka jumlah pelanggan penggunaan air bersih PDAM Kabupaten Sijunjung menjadi 16 ribu pelanggan di tahun ini," imbuhnya. 

Dan, tambahan sambungan reguler sebanyak 500 buah rumah ini ditargetkan selesai akhir Bulan Desember Tahun 2022, rampung semua. 

Dijelaskannya, walau pun program sukses Perumda-PDAM Kabupaten Sijunjung, diakuinya, masih saja mengalami kendala klasik, dimana calon pelanggan yang memohonkan sambungan, karena belum sampainya pada calon pelanggan pemohon, terkadang kendala akibat cuaca. 

"Selain itu pula masalah kebocoran air juga sangat perlu untuk mengatasinya dengan menekan angka kebocoran dari sebelum, tukuknya, lagi. 

Sesuai dari hasil audit BPKP, kita perlu menekan lagi angka kebocoran air sekitar 27 persen, karena dari angka tingkat kebocoran air sebelumnya masih berada pada titik angka 38 persen. 

"Sebenarnya, tingkat kebocoran air memang kita belum tentu bisa mencapai pada titik nol, karena penyebab kebocoran air ini adakalanya berdasarkan pipanisasi kita sudah banyak yang tua berusia 15 tahun. Soalnya, pemasangan pipa banyak pada tahun 1980 lalu," sebutnya. 

Namun, tingkat kebocoran air ini semoga bisa ditekan dalam rentang waktu 1 sampai dengan 2 tahun kedepannya mencapai 20 persen. 

Kapankah PDAM Sijunjung bisa menjadi air layak langsung minum? 

"Ya, rencana kedepan seperti itu tetap ada, tapi sekarang kita fokus dulu dengan layanan air bersih dan lancar buat semua pelanggan kita," pungkasnya.

(Obral Chaniago)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update