Senator Mahyudin Minta Pemerintah Serius Tangani Kasus Kebocoran Data yang Kerap Terjadi
×

Adsense

Adsense Mobile

Senator Mahyudin Minta Pemerintah Serius Tangani Kasus Kebocoran Data yang Kerap Terjadi

Sabtu, 10 September 2022 | 23.00 WIB Last Updated 2022-09-10T16:00:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Mahyudin
Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin. (f/dpd)

JAKARTA, Mjnews.id - Kebocoran data pribadi masyarakat Indonesia, belakangan ini makin kerap terjadi. Wakil ketua DPD RI Mahyudin, pun meminta pemerintah  mengambil langkah serius mencegah terus terulangnya kasus serupa. 

"Dengan kejadian kebocoran data pribadi yang makin sering terjadi,  pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), harus pro aktif bersama-sama mengambil langkah konkrit mencegah terus berulangnya kasus ini," katanya, dalam keterangannya, Sabtu (10/9/2022). 

Menurut Mahyudin, pemerintah harus serius mengambil langkah konkrit melindungi keamanan data pribadi milik publik. Jika tidak, maka dikhawatirkan merusak kepercayaan publik kepada pemerintah terhadap keamanan data mereka. 

"Negara harus hadir dalam kasus ini. Dengan terus berulangnya kebocoran data di Indonesia, jangan sampai negara dinilai lalai melindungi warganya," katanya. 

Kasus kebocoran data di Indonesia yang kerap terjadi, menurutnya sudah dalam taraf memprihatinkan, dan harus dihentikan. Apalagi belakangan muncul akun Bjorka, peretas yang diduga secara terang-terangan menjual berbagai macam data pribadi di Indonesia. 

"Kita harus paham, bahwa data-data pribadi warga adalah aset yang sangat berharga, dan rawan disalahgunakan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab. Seperti maraknya penipuan online (daring) yang memanfaatkan data-data pribadi warga masyarakat yang bocor," katanya. 

Mahyudin pun prihatin bagaimana data  pribadi yang sifatnya rahasia, kerap bisa bocor di dunia maya. Padahal di era revolusi 4.0 saat ini, penggunaan ruang digital makin diperlukan masyarakat. 

"Pemerintah harus makin memperkuat keamanan siber, karena di masa depan penggunaan ruang digital akan semakin tinggi, baik untuk transaksi ekonomi maupun pelayanan publik," pungkasnya.

(dpd/eds)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update