Edukasi Adalah Kunci
×

Adsense

Adsense Mobile

Edukasi Adalah Kunci

Jumat, 21 Oktober 2022 | 06.00 WIB Last Updated 2022-10-21T07:51:09Z

Advertisement

Advertisement

ilustrasi pendidikan
Ilustrasi.

Oleh: Al Imannulkarim

Mjnews.id - “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” - Nelson Mandela.

Bisa diartikan bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia, bukan berarti pendidikan itu senjata yang tampak seperti pedang atau pistol yang dapat melukai melainkan sebuah gagasan kualitas diri dan pengetahuan yang dapat mengubah dunia menjadi lebih baik. Hal ini menjadikan pendidikan menjadi hal yang penting dan paling menentukan di dunia ini.

Contohnya saja ketika seseorang pria melamar wanita yang ia cintai dan berhadapan dengan ayah si wanita, tidak jarang si ayah bertanya tentang tingkat pendidikan si pria. Di zaman sekarang ini kualitas pendidikan menjadi bahan perbincangan di kalangan muda maupun tua.

Yang sering menjadi pertanyaan adalah, apakah tingkat pendidikan menjadi tolok ukur kualitas masyarakat suatu negara? Apakah tingkat pendidikan seseorang menentukan kualitas diri? Siapakah eksekutor yang bertugas meningkatkan kualitas pendidikan?

Pendidikan bisa menjadi tolok ukur berkualitas atau tidaknya masyarakat suatu negara karena semakin berkualitas pendidikan suatu negara maka semakin maju negara tersebut.

Hal ini bisa kita lihat sendiri di negara kita ini pendidikan Indonesia tertinggal 128 tahun. Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 yang menempatkan peringkat siswa Indonesia di posisi 72 dari 77 negara Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).

Pendidikan sangat menentukan kualitas diri seorang individu. Kita bisa bandingkan cara berpikir seseorang yang hanya tamatan SMA dengan seseorang yang sudah mengenyam bangku kuliah.

Guru merupakan Eksekutor bagi terciptanya kualitas pendidikan yang baik karena walaupun unsur guru hanya sebagian dari komponen sistem pendidikan, tetapi merupakan tulang punggung jalannya roda pendidikan. Reformasi ini diarahkan untuk membentuk guru yang berkualitas. Dari kelas inilah konsep pendidikan dalam masyarakat madani akan terbentuk (Masrukin, 2009).

Jika semua guru berkualitas, pendidikan akan berkualitas pula dengan dukungan berbagai unsur sistem pendidikan. Sebaliknya walaupun berbagai unsur sistem pendidikan mendukung, tetapi gurunya kurang berkualitas, tujuan pendidikan tidak akan tercapai. Oleh karena itu tanggung jawab seorang sangat besar di dalam menentukan mutu pendidikan.

Menurut Sudarno dkk. (1998), peningkatan kualitas pendidikan dianggap sangat krusial sejak dahulu sampai saat ini. Kualitas pendidikan dapat dilihat dari mutu tenaga pendidik dan yang dididik. Apabila pendidikan dan yang dididik Berkualitas maka tujuan pendidikan akan tercapai.

Lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan seseorang, lingkungan merupakan lembaga pendidikan gerda depan bagi individu. Lingkungan pendidikan merupakan lingkungan tempat berlangsungnya proses pendidikan yang merupakan bagian dari lingkungan sosial.

Lingkungan pendidikan dibagi menjadi tiga yaitu:

1. Lingkungan keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama, karena manusia pertama kalinya memperoleh pendidikan di lingkungan ini sebelum mengenal lingkungan yang lain. Selain itu manusia mengalami proses pendidikan sejak lahir bahkan sejak dalam kandungan.

2. Lingkungan sekolah
Karena perkembangan peradaban manusia, orang tidak mampu lagi untuk mendidik anaknya. Pada masyarakat yang semakin komplek, anak perlu persiapan khusus untuk mencapai masa dewasa. Persiapan ini perlu waktu, tempat dan proses yang khusus. Dengan demikian orang perlu lembaga tertentu untuk menggantikan sebagian fungsinya sebagai pendidik. Lembaga ini disebut sekolah.

3. Lingkungan masyarakat
Ada 5 pranata sosial (social institutions) yang terdapat di dalam lingkungan sosial yaitu:
  • pranata pendidikan bertugas dalam upaya sosialisasi
  • pranata ekonomi bertugas mengatur upaya pemenuhan kemakmuran
  • pranata politik bertugas menciptakan integritas dan stabilitas masyarakat
  • pranata teknologi bertugas menciptakan teknik untuk mempermudah manusia
  • pranata moral dan etika bertugas mengurusi nilai dan penyikapan dalam pergaulan masyarakat

Lingkungan masyarakat merupakan tempat berbaurnya semua komponen masyarakat, baik dari agama, etnis keturunan, status ekonomi maupun status sosial. Pengaruh yang ada di masyarakat dapat mempengaruhi anak terhadap dunia pendidikan. Dengan demikian dalam pergaulan sehari-hari antara anak dengan anak dalam masyarakat juga ada yang setaraf dan ada yang lebih lebih dewasa dalam bidang tertentu. 

Dalam bergaul anak harus memilah teman yang akan diajak bergaul, jangan sampai salah memilih teman yang tidak beretika dan tidak sopan sesuai dengan norma yang ada di masyarakat 

Pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai pihak, khususnya keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai lingkungan pendidikan yang dikenal sebagai tripusat pendidikan. Fungsi dan peranan tripusat pendidikan tersebut baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama merupakan faktor pentingdalam mencapai tujuan pendidikan yaitu membangun manusia Indonesia seluruhnya serta menyiapkan SDM pembangunan.

Penulis, Mahasiswa Jurusan Antropologi Sosial Universitas Andalas Padang

(***)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update