Bupati Tanah Datar dan Masyarakat X Koto Audiensi dengan Investor Turki

Eka Putra dan Masyarakat X Koto bertemu Investor Turki
Bupati Tanah Datar, Eka Putra dan Masyarakat X Koto bertemu Investor Turki. (f/prokopim)

TANAH DATAR, Mjnews.id – Sehubungan dengan adanya keseriusan investor asal Turki yang direncanakan akan mengelola panas bumi di wilayah Kabupaten Tanah Datar melalui perusahaan PT Hitay Balai Kaba Energy, Bupati Eka Putra bersama masyarakat melakukan audiensi dan sosialisasi langsung dengan investor tersebut, yang dilaksanakan di gedung Indojolito Batusangkar, Kamis (10/11/2022). 

Pertemuan tersebut dihadiri Business Development Director Remzi Caner Yilmaz didampingi Senior Earth Scientist Tri Martha Kusuma Putra, Kementerian ESDM RI Bidang Panas Bumi Andi Susmanto, Asisten Ekobang Abdul Hakim, pimpinan OPD terkait, Camat, Wali Nagari, BPRN dan tokoh masyarakat kecamatan X Koto. 

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Tanah Datar Eka Putra sampaikan pada beberapa waktu lalu telah melakukan pertemuan dengan pihak PT. Hitay Balai Kaba Energy di Jakarta, alhamdulillah pada saat ini bisa melakukan pertemuan langsung dengan masyarakat lokasi yang rencana akan dilakukan Survey Pendahuluan dan Eksplorasi Panas Bumi Gunung Tandikat Singgalang yang berlokasi di Kecamatan X Koto. 

“Kita pemerintah daerah menyambut baik rencana pelaksanaan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) PT Hitay Balai Kaba Energy di kawasan Gunung Tandikat yang berada di kawasan Tanah Datar karena sudah ingin berinvestasi jauh-jauh dari Turki, Tapi kita ingin tahu, kelanjutannya seperti apa dan kita ingin hasilnya juga langsung diekspose kepada masyarakat Kecamatan X Koto,” katanya. 

Baca Juga  Dua Siswa SMAN 2 Bayang Ikuti Kompetisi Sains Nasional Tingkat Sumbar

Seandainya terlaksana, Bupati Eka Putra menginginkan proyek pengelolaan panas bumi ini benar-benar memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. “Makanya Saya dan masyarakat ingin beraudiensi untuk mempertanyakan dampak terhadap lingkungan di sekitar kepada pihak PT. Hitay langsung,” imbuhnya. 

Eka Putra katakan, bila investasi pengelolaan panas bumi di Gunung Tandikek itu terwujud, tidak hanya mampu menjadi sumber energi listrik, tapi juga bakal memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Dan kepada Kementerian ESDM, juga diharapkan untuk bersama-sama mengawal kegiatan ini. 

Merespons dari pernyataan Pemkab Tanah Datar itu, Director PT Hitay Balai Kaba Energy Remzi Caner Yilmaz melalui Senior Earth Scientist Tri Martha Kusuma Putra, mengatakan pihaknya sangat serius untuk melakukan eksplorasi panas bumi yang ada di Gunung Tandikek tersebut.

“Bukti keseriusan kami, mulai dari tahun 2019 lalu PT Hitay menerima PSPE, namun akibat pandemi terjadi dilakukan penghentian sementara dan 2022 ini dimulai kembali,” tambahnya. 

“Insya Allah dengan tingginya potensi panas bumi di Tandikek sampai 128 MW akan dilaksanakan kegiatan eksplorasi yakni survei geosains detail, pengeboran eksplorasi dan pengeboran pengembangan unit satu sebesar 20 MW, dilanjutkan studi kelayakan yakni, penilaian dampak lingkungan, studi kelayakan pembangkit listrik, uji buangan, penilaian reservoir dan studi serta uji lainnya,” jelasnya. 

Baca Juga  Pertandingan Persahabatan dengan IMA Padang, Mahyeldi Ajak Izet Perkuat Sakato FC

Dia menyebutkan, pihaknya juga akan membangun konstruksi dan infrastruktur yang difokuskan untuk pembangunan jalan lebih kurang 4,5 km, dan jembatan untuk akses kegiatan pengeboran eksplorasi serta beberapa kegiatan lainnya. 

Sementara itu, Perwakilan Kementerian ESDM RI Andi Susmanto, menyatakan siap untuk mengawal dan mengevaluasi kegiatan yang dilaksanakan PT Hitay sesuai aturan yang berlaku bersama pemerintah kabupaten Tanah Datar. 

Andi tambahkan, untuk kekhawatiran masyarakat dari dampak pengeboran gas bumi ini seperti kebocoran, keracunan dan dampak lingkungan, Dia tegaskan panas bumi ramah lingkungan. 

“Insya Allah perusahaan yang akan melakukan sudah dilakukan studi kelayakan oleh Kementerian ESDM,” pungkasnya.

(prokopim)