Pemko Padang Panjang Ikutsertakan 7.023 Pekerja Rentan di BPJS Ketenagakerjaan

Fadly Amran serahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan
Wali Kota Padang Panjang, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 7.023 pekerja rentan atau pekerja sektor informal yang terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Jumat (2/12/2022). (f/kominfo)

PADANG PANJANG, Mjnews.id – Wali Kota Padang Panjang, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 7.023 pekerja rentan atau pekerja sektor informal yang terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Jumat (2/12/2022) di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota.

Bertambahnya keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan ini, menjadikan Kota Padang Panjang sebagai salah satu daerah dengan capaian tertinggi Coverage Share-nya di Indonesia. Yaitu sekitar 93 persen. 

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rinciannya, orang yang bekerja di Kota Padang Panjang sebanyak 19,042 orang. Sedangkan, jumlah Pekerja Yang Terdaftar BPJamsostek 16.950, dan yang belum terdaftar sekitar 2.092. 

Dari 16.950 yang terdaftar BPJamsostek, Pemko membiayai 7.023 pekerja rentan yang masuk dalam DTKS. Ditambah 1.260 lainnya, merupakan perangkat RT, pekerja sosial masyarakat, tenaga kerja sukarela dan pekerja sosial keagamaan. 

Baca Juga  Minang Kayo Kembali Bangkit Usai Pandemi Covid-19

Wako Fadly menyampaikan, lewat BPJS Ketenagakerjaan ini pekerja rentan yang mengalami kecelakaan kerja mendapat jaminan sosial. “Kita berharap, para pekerja yang mencari nafkah untuk keluarganya ini, selalu dalam perlindungan Allah SWT. Tapi kalau mendapatkan musibah kecelakaan dan meninggal dunia, maka ada yang ditinggalkan untuk keluarganya,” sebut Fadly seraya menjelaskan, bila anaknya masih bersekolah ditanggung biaya sampai tamat kuliah. 

Fadly berharap bila jaminan BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan diperoleh masyarakat, mempersiapkan generasi muda meraih masa depan yang lebih cerah hendaknya bisa terwujud. 

Di samping itu, kepada pemberi kerja, Fadly meminta mendaftarkan segera pekerjanya di BPJS Ketenagakerjaan. Pemko akan menyosialisasikan pentingnya hal ini untuk ditindaklanjuti. “Saya berkeyakinan, ini sangat baik bagi masyarakat Kota Padang Panjang. Kalau kesehatan dan keselamatan kerjanya ditanggung, tidak ada kendala lagi mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga  Ayo Hunting Foto Bersama dengan Pakaian Tradisional Minang di PDIKM Padang Panjang

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi, Sunjana Achmad mengucapkan apresiasi kepada Wako Fadly yang telah memberikan perlindungan kepada 7.023 pekerja rentan. “Alhamdulillah Kota Padang Panjang menjadi salah satu daerah di Indonesia dengan capaian coverage share tertinggi,” ujarnya. 

Dijelaskannya, klaim BPJS Ketenagakerjaan sejak 2021 hingga Oktober 2022 di Kota Padang Panjang yang telah dibayarkan, terdiri dari Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak 356 orang, total Rp5.035.410.060. Lalu, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 43 orang, total Rp423.143.534. Seterusnya, Jaminan Kematian (JKM) 25 orang, Rp1.144.000.000.

Sementara itu, Plt. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSTP) Ewasoska, S.H mengatakan, pekerja rentan yang menerima BPJS Ketenagakerjaan merupakan hasil verifikasi dan validasi dari 10.500 KK yang terdaftar pada DTKS. 

“Keterbatasan anggaran, jadi kita memastikan data yang diprioritaskan untuk diikutsertakan pada BPJS Ketenagakerjaan,” tuturnya.

(hrs/arb)