Kapur IX Sudah Bisa Dilewati, Tumpukan Material Longsor Diatasi Secara Manual

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 28 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.182 228 27.470 644
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Kapur IX Sudah Bisa Dilewati, Tumpukan Material Longsor Diatasi Secara Manual

Selasa, 02 Februari 2021 | 12:05 WIB Last Updated 2021-02-02T06:58:02Z
Suasana pembersihan material longsor di Kapur IX, Limapuluh Kota. (ist)

MJNews.id - Hujan lebat sejak semalam hingga pagi menimbulkan longsor di beberapa titik di Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota. Longsor tersebut menutup akses transportasi umum dari Kapur IX menuju Kecamatan Pangkalan, dan sebaliknya.


"Hujan lebat mengakibatkan longsor di daerah kami. Tanah tidak lagi mampu menahan debit air hujan, sehingga tebing di pinggir jalan dibawa turun oleh air hujan, sehingga menutupi jalan penghuhubung dua Nagari, Lubuk Alai menuju Nagari Koto Lamo. Alhamdulillah, tidaj ada korban jiwa dalam kejadian ini," terang Camat Kapur IX Ferry Aryantoni, Selasa (02/02/2021) pagi. 


Untuk mengangkat sekaligus menyingkirkan material longsor yang menutupi akses jalan, Camat bersama tokoh masyarakat dan  warga  setempat memanfaatkan peralatan seadanya. 


"Untuk kita ketahui, kawasan Lubuak Alai menuju Koto Lamo adalah kawasan rawan longsor. Dipinggir jalan terdapat tebing dan sungai. Tebing tampa bebatuan dan sudah tak berpohon besar. Dengan semangat kebersamaan tumpukan material sudah Kita atasi bersama sekitar 2 jam. Peralatan yang kita pakai adalah peralatan manual dibantu semprotan dari satdamkar kecamatan Kapur IX. Kejadian ini sudah Kita laporkan secara berjenjang, serta Kita koordinasi dengan dinas terkait," ulasnya.


Di samping kondisi alam, kejadian longsor di Kapur IX juga disebabkan peralihan fungsi hutan ke ladang gambir. Untuk menangkal longsor, Camat Kapur IX ke depannya bakal menggalakkan sosialisasi reboisasi.


"Ke depan, Kita akan rangkul warga untuk kembali melakukan penanaman pohon untuk menahan tanah yang labil," pungkas Ferry Aryantoni diamini Walinagari Anwar Dt Bosa.

 

(fs/fik)

×
Berita Terbaru Update